Operasi “Usir Thunder” dan Tangki Rakitan Dimulai, Disperindag Konawe Pantau Antrean BBM di SPBU

waktu baca 2 menit
Rabu, 12 Agu 2026 21:11 0 22 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Suasana sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Konawe mendadak berubah. Jika biasanya antrean BBM diwarnai kendaraan yang bolak-balik mengisi bahan bakar, kini pemandangan itu mulai berkurang.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Konawe turun langsung ke lapangan menggelar inspeksi mendadak (sidak), Selasa (12/8/2026), untuk memburu praktik-praktik yang diduga menjadi biang kerok panjangnya antrean BBM subsidi.

Dalam sidak tersebut Kepala Disperindag Konawe, Drs. H. Muh. Akib Ras, mengeluarkan peringatan keras. Aturannya sederhana, satu kendaraan, satu orang, satu kali antrean. Tidak ada lagi cerita kendaraan mutar-mutar seperti ikut lomba maraton demi menguras BBM subsidi.

Yang paling menarik perhatian, kendaraan jenis motor Thunder dan kendaraan dengan tangki rakitan kini menjadi sasaran utama pengawasan. Kendaraan-kendaraan tersebut diminta minggir dari antrean BBM subsidi.

“Jangan ada lagi yang bermain-main. Pelayanan harus sesuai aturan Pertamina. Satu kendaraan satu orang, satu kali antre. Thunder dan tangki rakitan tidak boleh ikut antre BBM subsidi,” tegas Akib.

Peringatan itu bukan tanpa alasan. Selama ini, masyarakat kerap mengeluhkan antrean panjang yang seolah tidak pernah berakhir. Warga datang pagi, pulang siang. Ada yang datang siang, pulangnya sore. Bahkan ada yang hanya kebagian cerita karena BBM sudah habis sebelum gilirannya tiba.

Perindag menilai kondisi tersebut tidak boleh terus terjadi. Karena itu, pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan BBM subsidi tidak berubah menjadi “ladang bisnis” segelintir orang.

Mantan Kadis Kominfo Konawe itu juga mengingatkan para pengelola SPBU agar tidak bermain mata dengan pelanggar aturan. Jika ditemukan pelanggaran, teguran hingga rekomendasi penghentian operasional bisa saja diberikan.

“Kalau masih ada yang nekat melanggar, tentu ada konsekuensinya. Jangan sampai gara-gara ulah segelintir orang, masyarakat luas yang dirugikan,” katanya.

Di lapangan, efek kebijakan ini mulai terasa. Nasruddin, warga Unaaha, mengaku kendaraan Thunder yang biasanya menghiasi antrean kini mulai menghilang.

“Dari kemarin sudah dilarang. Hari ini saya lihat sudah tidak ada Thunder di SPBU Unaaha. Entah kalau di tempat lain,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat hanya ingin satu hal: antre dengan tenang dan pulang membawa BBM, bukan pulang membawa rasa kesal setelah berjam-jam menunggu.

“Kasihan masyarakat. Sudah antre lama, giliran mau isi malah BBM habis. Harapan kami aparat dan dinas terkait terus tegas supaya antrean kembali normal,” katanya.

Kini, harapan warga Konawe sederhana. SPBU kembali menjadi tempat membeli BBM, bukan arena adu cepat mencari celah aturan. Sementara itu, bagi Thunder dan tangki rakitan yang selama ini dianggap “raja antrean”, masa-masa nyaman tampaknya mulai berakhir.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA