BAITSULTRA.COM/KONAWE – Keluhan warga Desa Wowasolo, Kecamatan Wonggeduku, yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan jalan rusak akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Konawe. Sebuah video yang memperlihatkan siswa berjalan kaki menembus jalan berlumpur usai diguyur hujan menjadi perhatian langsung Bupati Konawe, H. Yusran Akbar.
Video yang beredar di media sosial pada Selasa (14/7/2026) itu memperlihatkan kondisi jalan poros desa yang memprihatinkan. Lumpur menutupi badan jalan, sementara para pelajar harus berjibaku melewati kubangan demi bisa pulang ke rumah.
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut sampai ke tangan Bupati Yusran Akbar. Melalui akun media sosial pribadinya, ia langsung menanyakan lokasi jalan yang dimaksud dan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Konawe untuk turun melakukan pengecekan.
“Baik, saya teruskan ke Kadis PU untuk dicek langsung besok pagi,” tulis Yusran dalam kolom komentar.
Instruksi itu segera ditindaklanjuti. Pada Rabu (15/7/2026), tim Bina Marga Dinas PUPR Konawe turun langsung ke Desa Wowasolo untuk melakukan survei teknis dan pengukuran lapangan.
Dari hasil pendataan awal, ruas jalan yang akan diusulkan untuk penanganan memiliki panjang sekitar satu kilometer dengan lebar sekitar 4,5 meter. Selain pengaspalan, rencana pekerjaan juga mencakup pembangunan rabat pada sejumlah titik pendukung.
Hasil kajian lapangan menunjukkan bahwa jalan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi akses utama masyarakat menuju berbagai fasilitas penting. Mulai dari sekolah, rumah ibadah, kantor desa hingga pusat aktivitas ekonomi warga seluruhnya bergantung pada jalur tersebut.
Kepala Desa Wowasolo, Yono mengaku bersyukur atas respons cepat pemerintah daerah. Menurutnya, sejak desa itu dimekarkan pada era 1980-an, jalan poros utama belum pernah menikmati sentuhan aspal, sementara desa-desa di sekelilingnya telah lebih dulu merasakan pembangunan infrastruktur.
“Jalan ini menjadi akses menuju dua masjid, dua gereja, TK Tunas Harapan, SDN Karya Bakti, MI Al-Ma’arif, SMKN 4 Konawe, kantor desa hingga Gedung Koperasi Desa Merah Putih. Hampir seluruh aktivitas warga bergantung pada jalan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat selama ini harus menghadapi dua kondisi ekstrem setiap tahun. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur. Sebaliknya, ketika kemarau tiba, debu beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.
Karena itu, rencana pengaspalan yang kini mulai mendapat perhatian pemerintah menjadi harapan besar bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Yusran Akbar yang telah memberi perhatian terhadap kondisi jalan kami. Ini adalah harapan yang sudah sangat lama ditunggu masyarakat Wowasolo,” kata Yono.
Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, pembangunan ruas tersebut diyakini akan memberi dampak positif bagi perekonomian desa. Desa Wowasolo diketahui merupakan salah satu sentra produksi sayur-mayur di Kabupaten Konawe, sehingga akses jalan yang memadai menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung distribusi hasil pertanian.
Langkah cepat merespons keluhan warga ini menambah daftar program perbaikan infrastruktur yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan Bupati Yusran Akbar dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim. Sejumlah ruas jalan di Kota Unaaha maupun wilayah Kecamatan Wonggeduku yang sebelumnya dikeluhkan warga kini telah diperbaiki dan kembali layak dilalui.
Tidak ada komentar