Sempat Terombang Ambing di Perairan Kokapi, Tiga Warga Konawe Berhasil Selamat

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 11:42 0 14 Admin

BAITSULTRA.COM/KENDARI – Kepanikan sempat menyelimuti perairan Desa Kokapi, Kabupaten Konawe Utara, Jumat malam (10/7/2026), setelah sebuah kapal yang mengangkut tiga warga Konawe dilaporkan mengalami mati mesin saat berlayar menuju Batugong, Kabupaten Konawe.

Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang melibatkan berbagai unsur penyelamat. Beruntung, setelah beberapa jam berada di tengah laut, ketiga penumpang berhasil menyelamatkan diri dan tiba dengan selamat di Pantai Batugong.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., menjelaskan bahwa informasi keberhasilan evakuasi diterima tim SAR pada pukul 23.17 WITA.

Menurut laporan yang diterima petugas, kapal yang semula mengalami kerusakan mesin berhasil diperbaiki secara darurat di tengah perjalanan. Setelah mesin kembali berfungsi, meski dengan kecepatan terbatas, kapal perlahan melanjutkan pelayaran hingga mencapai pesisir Batugong.

“Ketiga korban dilaporkan tiba dalam kondisi selamat di Pantai Batugong setelah mesin kapal berhasil diperbaiki dan kapal dapat bergerak kembali,” ujar Amiruddin.

Meski cuaca di lokasi terpantau cerah, tim SAR tetap melakukan langkah antisipatif dengan berkoordinasi bersama potensi SAR yang berada di wilayah Batugong untuk memastikan kondisi para korban. Upaya tersebut dilakukan karena perahu penyelamat jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) tidak dapat menjangkau lokasi pantai akibat kondisi geografis dan akses yang terbatas.

Ketiga korban yang berhasil selamat diketahui merupakan warga Desa Watunggarandu, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, masing-masing bernama Iwan (39), Eka (23), dan Resky (29).

Berdasarkan kronologi kejadian, kapal yang mereka tumpangi berangkat dari Boenaga pada siang hari menuju Batugong. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar perairan Desa Kokapi, mesin kapal tiba-tiba mengalami kerusakan dan tidak dapat beroperasi.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Basarnas Kendari dengan mengerahkan personel dan unsur pendukung untuk melakukan pemantauan serta kesiapsiagaan operasi SAR. Setelah seluruh penumpang dipastikan selamat, operasi SAR resmi dihentikan dan dinyatakan selesai.

“Dengan telah ditemukannya seluruh penumpang dalam keadaan selamat, operasi SAR ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata Amiruddin.

Dalam operasi ini, Basarnas melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Rescuer KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, ABK KN SAR Pacitan, Polsek Lalonggasumeeto, serta potensi SAR setempat.

Meski berakhir tanpa korban jiwa, kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut untuk selalu memastikan kondisi kapal dan mesin sebelum berlayar, guna menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan di tengah laut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA