BAITSULTRA.COM/KONAWE – Populasi ternak sapi di Kabupaten Konawe terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2026, jumlah sapi tercatat mencapai 69.033 ekor atau bertambah 3.967 ekor dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 65.066 ekor.
Lonjakan populasi tersebut menjadi sinyal positif bahwa program pengembangan peternakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Konawe mulai menunjukkan hasil nyata. Di balik angka itu, terdapat kerja keras peternak, petugas lapangan, serta dukungan pemerintah daerah yang terus mendorong peningkatan produksi ternak melalui program inseminasi buatan (IB) dan kawin alami.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Konawe, Sitiana, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
“Populasi sapi di Konawe saat ini telah mencapai 69.033 ekor. Peningkatan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, petugas inseminator, dan para peternak yang terus mendukung upaya peningkatan populasi ternak di Konawe,” ujar Sitiana, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah kini lebih fokus mengembangkan populasi ternak melalui program inseminasi buatan karena dinilai lebih efektif dalam meningkatkan jumlah kelahiran sekaligus memperbaiki kualitas genetik sapi.
Program ini tidak hanya bertujuan menambah populasi, tetapi juga menghasilkan bibit unggul yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu meningkatkan pendapatan peternak.
“Kami terus memperluas layanan inseminasi buatan karena program ini terbukti efektif dalam meningkatkan populasi sapi. Selain jumlah ternak bertambah, kualitas bibit yang dihasilkan juga lebih baik sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi peternak,” jelasnya.
Sitiana menerangkan, tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi secara umum berada pada kisaran 40 hingga 60 persen untuk setiap siklus perkawinan, dengan conception rate (CR) mencapai 45 hingga 50 persen. Angka tersebut dinilai cukup baik dan menjadi indikator keberhasilan program yang terus diperkuat pemerintah.
Keberhasilan inseminasi buatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kualitas semen beku yang digunakan, ketepatan deteksi masa birahi ternak, kondisi kesehatan sapi betina, hingga kemampuan dan pengalaman petugas inseminator di lapangan.
Karena itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan sumber daya manusia, penyediaan semen beku berkualitas unggul, serta pendampingan berkelanjutan kepada para peternak.
Dengan dukungan hamparan lahan yang luas, ketersediaan hijauan pakan ternak yang melimpah, serta budaya beternak yang telah mengakar di masyarakat, Konawe dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra peternakan sapi terbesar di Sulawesi Tenggara.
“Konawe memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan peternakan. Dengan dukungan lahan yang luas dan sumber pakan yang tersedia, kami optimis angka populasi sapi akan bertambah setiap tahun,” pungkas Sitiana.
Tidak ada komentar