Zulkifli Hasan Ingatkan Kader PAN se-Sultra Hindari Konflik Internal dan Fokus Bela Rakyat

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Okt 2026 00:15 0 10 Admin

BAITSULTRA.COM/KENDARI – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa PAN dibangun di atas nilai, cita-cita, dan perjuangan bangsa, bukan loyalitas kepada individu tertentu. Penegasan itu disampaikannya saat melantik jajaran pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Tenggara di Hotel Claro Kendari, Selasa malam (6/10/2026).

Di hadapan ratusan kader, simpatisan, dan tamu undangan, Zulhas mengingatkan bahwa kekuatan partai politik terletak pada konsistensi memperjuangkan kepentingan rakyat serta menjaga nilai-nilai yang menjadi fondasi berdirinya partai.

“PAN setia pada cita-cita, setia pada perjuangan dan nilai-nilai yang kita bangun bersama. Bukan setia kepada orang per orang,” tegasnya.

Menurut Zulhas, arah perjuangan PAN sejalan dengan amanat kemerdekaan Indonesia, yakni mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, pemerataan pembangunan, serta penguatan ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

Ia menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada rakyat. Kekayaan alam Indonesia, kata dia, harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, bukan hanya dinikmati kelompok tertentu.

Dalam pidato politiknya, Zulhas juga menyinggung tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia, terutama ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas pangan strategis. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah berupaya meningkatkan produksi dalam negeri agar kebutuhan pangan pokok dapat dipenuhi tanpa bergantung pada pasokan luar negeri. Upaya tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat desa.

“Kalau produksi dalam negeri kuat, maka petani sejahtera, nelayan terlindungi, dan ekonomi daerah ikut bergerak,” ujarnya.

Zulhas juga menegaskan bahwa hubungan politik PAN dengan Partai Gerindra merupakan kerja sama jangka panjang yang dibangun atas dasar kesamaan visi pembangunan nasional.

Meski demikian, ia menekankan bahwa partai-partai lain tetap merupakan mitra dalam demokrasi, bukan lawan yang harus dimusuhi.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah program pembangunan yang sedang dan akan dijalankan pemerintah, mulai dari pengembangan kampung nelayan, penguatan koperasi desa, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak bisa hanya bertumpu pada kota-kota besar. Pembangunan harus menjangkau desa-desa agar tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Indonesia akan maju jika desa-desa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi. Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di Jakarta,” katanya.

Selain menyampaikan arah kebijakan nasional, Zulhas juga memberikan pesan khusus kepada seluruh kader PAN agar menjaga soliditas organisasi. Ia mengingatkan bahwa konflik internal hanya akan melemahkan partai dan mengurangi kepercayaan publik.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk mengedepankan persatuan, memperkuat komunikasi, serta fokus bekerja untuk kepentingan rakyat. Khusus kepada kader PAN di Sulawesi Tenggara, Zulhas meminta agar terus mendukung jalannya pemerintahan daerah dan membangun sinergi demi percepatan pembangunan.

Menutup pidatonya, ia mengangkat filosofi matahari yang menjadi simbol PAN. Menurutnya, matahari memberi cahaya dan manfaat kepada siapa saja tanpa membedakan latar belakang.
Filosofi tersebut, kata Zulhas, menjadi semangat PAN sebagai partai yang terbuka dan memberi ruang bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin berkontribusi untuk bangsa.

“PAN adalah rumah besar yang terbuka bagi semua yang ingin mengabdi untuk Indonesia,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA