BAITSULTRA.COM/KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe mulai menjajaki pengembangan destinasi wisata baru di Kabupaten Konawe. Desa Kukuluri, Kecamatan Wawotobi, kini diproyeksikan menjadi salah satu lokasi pengembangan wisata olahraga dirgantara melalui paralayang.
Langkah awal tersebut ditandai dengan suksesnya uji coba take off perdana di kawasan yang direncanakan menjadi lokasi wisata paralayang. Momen penerbangan itu disaksikan langsung oleh masyarakat Desa Kuukuluri yang antusias melihat atraksi olahraga udara tersebut.
Kabar menggembirakan itu disampaikan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., melalui unggahan media sosialnya. Ia mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan uji coba penerbangan perdana tersebut.
“Alhamdulillah, uji coba take off perdana rencana lokasi wisata paralayang di Desa Kuukuluri, Kecamatan Wawotobi, sukses dan disaksikan langsung oleh masyarakat desa,” tulis Yusran.
Bagi Yusran, paralayang bukan sekadar olahraga yang menawarkan sensasi terbang dan pemandangan dari ketinggian. Lebih dari itu, aktivitas tersebut menyimpan filosofi tentang keberanian, keyakinan, dan optimisme dalam menatap masa depan.
“Paralayang mengajarkan kita untuk percaya pada angin yang tak terlihat, seperti kita harus percaya pada masa depan yang belum nyata,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi gambaran semangat pemerintah daerah dalam membangun Konawe melalui keberanian menangkap peluang dan mengembangkan potensi yang belum tergarap maksimal.
Rencana pengembangan wisata paralayang di Kukuluri diharapkan mampu menghadirkan warna baru bagi sektor pariwisata Konawe. Apalagi, wisata olahraga dirgantara memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta petualangan dan wisata berbasis alam.
Jika dikembangkan secara terencana, kawasan ini berpeluang menjadi magnet kunjungan wisatawan sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Mulai dari usaha kuliner, hingga berbagai produk UMKM lokal.
Namun, keberhasilan uji coba perdana ini tentu menjadi langkah awal yang perlu ditindaklanjuti dengan persiapan sarana prasarana, pengelolaan kawasan, serta pemenuhan standar keselamatan penerbangan.
Di bawah semangat Konawe Bersahaja, Yusran ingin menegaskan bahwa membangun daerah membutuhkan keberanian untuk memulai dan keyakinan terhadap potensi masa depan.
Tidak ada komentar