Orientasi PPPK Gelombang III, Bupati Konawe Tekankan Nilai ASN BerAKHLAK

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 12:44 0 13 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE — Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Konawe terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara melalui pembinaan dan orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sebanyak 581 peserta PPPK Gelombang III Tahun 2026 yang terdiri atas tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis mendapat pembekalan langsung dari Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., di Gedung Wekoila, Unaaha, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Dr. Ferdinand Sapan dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe Erjuna Rasjan, M.Si.

Dalam arahannya, Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa keberadaan PPPK memiliki posisi strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan dan percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, para PPPK tidak boleh memandang diri hanya sebagai tenaga tambahan, melainkan bagian penting dari aparatur yang menjadi ujung tombak pelayanan publik.

“Kalian bukan sekadar PPPK. Kalian adalah bagian dari kekuatan besar yang menggerakkan roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Konawe. Kalian adalah tulang punggung birokrasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Yusran.

Bupati menjelaskan, setiap PPPK memiliki peran sebagai representasi pemerintah di tengah masyarakat, pelaksana kebijakan daerah, penggerak pembangunan di berbagai sektor, pemberi pelayanan publik, serta perekat kerja sama dalam organisasi pemerintahan.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta orientasi membangun pola pikir baru sebagai aparatur yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, tantangan birokrasi modern menuntut ASN yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, cepat belajar, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Yusran juga menekankan pentingnya penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan birokrasi berjalan lebih efektif.
Selain memberikan pembinaan mengenai etika dan profesionalisme ASN, Bupati juga memaparkan arah pembangunan daerah melalui visi “Membangun Desa, Menata Kota Menuju Konawe Bersahaja”.

Visi tersebut dijalankan melalui empat pilar utama, yakni peningkatan daya saing sumber daya manusia, pemerataan kesejahteraan, keadilan dalam pelayanan publik, serta pembangunan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.

Menurut Yusran, pembangunan desa menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah karena desa merupakan basis pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia berharap para P3K yang ditempatkan di berbagai wilayah dapat menjadi penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Desa yang maju akan menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, peran aparatur sangat penting untuk memastikan setiap program berjalan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Pada sesi dialog, Bupati juga mengingatkan pentingnya komitmen aparatur terhadap daerah tempat mereka mengabdi. Ia meminta panitia mendata peserta yang masih berdomisili di luar Konawe dan mendorong agar seluruh P3K yang bertugas di daerah tersebut memiliki identitas kependudukan Kabupaten Konawe.

Selain itu, peserta orientasi juga dibekali pemahaman mengenai kondisi geografis dan demografis Kabupaten Konawe yang memiliki luas wilayah sekitar 6.118 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 270 ribu jiwa.

Sebagai penutup, Bupati mengajak sejumlah peserta untuk menghafalkan Panca Prasetya Korpri sebagai bentuk penguatan komitmen dan integritas aparatur negara dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui kegiatan orientasi ini, Pemkab Konawe berharap seluruh PPPK Gelombang III mampu menjalankan tugas secara profesional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA