BAITSULTRA.COM./KONAWE – Untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kekurangan bahan pangan di tengah dinamika ekonomi nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe resmi meluncurkan program penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) periode Oktober–November 2025.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST., di Kantor Balai Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Jumat (28/11/2025).

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan pangan Konawe, jumlah penerima manfaat Periode Oktober–November 2025 sebanyak 18.757 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 28 Kecamatan.
Bupati Yusran mengatakan, bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.
“Dalam aturan itu disebutkan, CPP dapat disalurkan untuk penanggulangan kemiskinan, kerawanan pangan, kekurangan pangan, pengendalian gejolak harga dan inflasi, serta perlindungan produsen dan konsumen,” jelasnya.

Bupati Konawe menambahkan, penyaluran juga dilakukan sebagai strategi antisipasi dan mitigasi dalam pemberian bantuan pangan.
Yusran juga mengungkapkan bahwa pemberian Cadangan Pangan Pemerintah telah berlangsung sejak 2023.
“Pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juni dan Juli 2025. Bantuan ini bagian dari stimulus kebijakan ekonomi yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin,” ujarnya.
Pada periode Oktober–November 2025, Badan Pangan Nasional kembali menyalurkan bantuan berupa beras dan minyak goreng sebagai kelanjutan program perlindungan pangan nasional.
Menurut Bupati, penetapan penerima bantuan pangan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial.

“Untuk Konawe sendiri, bantuan diberikan kepada 18.757 penerima yang tersebar di 28 kecamatan,” ungkapnya.
Masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Oktober–November. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Konawe untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Tidak ada komentar