BAITSULTRA.COM./KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menggelar rapat evaluasi kegiatan Expo Inovasi Desa 2025 di Aula Utama STQ Konawe, Sabtu (08/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Konawe, H.Yusran Akbar ST., Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, Sekretaris Daerah Dr. Ferdinand Sapan, SP., MH., Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe Fachrizal SH., Ketua Panitia Expo, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penting, diantaranya evaluasi pelaksanaan Expo Inovasi Desa 2025, sosialisasi program bantuan santunan kedukaan senilai Rp2 juta, serta rencana penyelenggaraan Expo UMKM Konawe 2026 yang akan digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe tahun depan.

Bupati Konawe menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Expo Inovasi Desa 2025. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah yang efektif bagi desa-desa di Konawe untuk menampilkan potensi dan inovasi masing-masing.
“Expo ini telah menjadi ajang positif yang menumbuhkan semangat kemandirian dan kreativitas desa. Pemerintah daerah tentu akan terus mendukung kegiatan seperti ini,”ujarnya.
Sementara itu, Kajari Konawe Fachrizal mengungkapkan, rasa bangganya terhadap pelaksanaan expo yang dinilai mencerminkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.
“Expo seperti ini menjadi ruang terbuka yang menunjukkan bagaimana dana desa digunakan untuk kegiatan produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Fachrizal.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa penutupan Expo Inovasi Desa yang semula dijadwalkan pada 10 November 2025, dimajukan menjadi 11 November 2025 untuk menyesuaikan dengan agenda kegiatan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim menegaskan agar program bantuan santunan kedukaan disalurkan secara cepat, tepat, dan merata kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Saya imbau agar bantuan ini disalurkan tepat sasaran. Jangan sampai ada diskriminasi dalam penyaluran, karena seluruh masyarakat Konawe berhak mendapatkan bantuan tersebut,” tegas Syamsul.
Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan data kependudukan, karena masih ditemukan warga yang telah meninggal dunia namun belum terhapus dari sistem. Selain itu, ia mengingatkan pemerintah desa untuk terus melaksanakan program prioritas seperti penanganan stunting dan peningkatan gizi anak.

Sekda Konawe Dr. Ferdinand Sapan menambahkan, bahwa tujuan utama pelaksanaan Expo Inovasi Desa meliputi tiga hal: memastikan transparansi penggunaan dana desa, memberikan ruang bagi desa untuk menampilkan inovasi dan potensi unggulan, serta menjadi media komunikasi langsung antara desa dan instansi terkait dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban.
“Melalui kegiatan ini, setiap desa dapat menyampaikan laporan secara terbuka dan berkoordinasi langsung dengan instansi terkait, sehingga tercipta transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.
Menutup rapat, seluruh peserta menyepakati untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan perangkat desa dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel, serta mempersiapkan Expo UMKM Konawe 2026 sebagai tindak lanjut dari semangat inovasi dan pemberdayaan ekonomi daerah.
Tidak ada komentar