Antisipasi Kekeringan, Wabup Konawe Kucurkan Bantuan Pompa Air untuk Kelompok Tani

waktu baca 3 menit
Rabu, 2 Sep 2026 18:44 0 19 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Di tengah ancaman musim kemarau yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian, Pemerintah Kabupaten Konawe mulai menyalurkan bantuan pompa air untuk membantu petani menjaga pasokan air di lahan mereka.

Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa pompa air kepada kelompok tani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Konawe Dahlan, SP., MM., unsur Forkopimcam Tongauna, penyuluh pertanian, serta pemerintah setempat.

Dalam sambutannya, Syamsul mengungkapkan bahwa total bantuan pompa air yang akan disalurkan kepada kelompok tani mencapai 43 unit. Penyalurannya dilakukan dalam dua tahap, yakni 18 unit pada tahap pertama dan 25 unit pada tahap kedua.

“Total bantuan pompa air yang akan disalurkan sebanyak 43 unit. Tahap pertama 18 unit dan tahap kedua 25 unit. Insya Allah pada akhir tahun nanti akan ada tambahan bantuan lagi sesuai rencana,” ujarnya.

Menurut Syamsul, bantuan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam membantu petani menghadapi dampak kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau. Dengan tersedianya pompa air, petani diharapkan tetap dapat mengairi lahan dan mempertahankan produktivitas pertanian.

Ia menegaskan bahwa bantuan yang bersumber dari pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Jangan hanya dipakai satu musim lalu rusak karena tidak dirawat. Bantuan ini harus dijaga karena tujuannya untuk membantu petani menghadapi kekeringan setiap tahun,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Syamsul juga memberikan peringatan keras kepada penerima bantuan agar tidak menyalahgunakan Alsintan yang telah diberikan. Ia menegaskan pompa air tersebut bukan barang dagangan dan tidak boleh diperjualbelikan dalam bentuk apa pun.

“Ini bantuan negara untuk petani. Saya tegaskan, jangan ada yang menjual bantuan ini. Kalau ditemukan ada yang memperjualbelikannya, tentu akan berhadapan dengan proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Meski demikian, Wabup mendorong semangat gotong royong antar kelompok tani. Menurutnya, pompa air dapat dipinjamkan kepada kelompok lain yang membutuhkan selama penggunaannya dilakukan secara bertanggung jawab dan alat tetap dirawat.

“Kalau ada kelompok tani lain yang membutuhkan, silakan dipinjamkan. Yang penting alatnya dijaga dan tetap bisa digunakan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Syamsul meminta Dinas TPHP Konawe melakukan pengawasan secara berkala terhadap pemanfaatan pompa air tersebut. Pengawasan dianggap penting agar bantuan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan mampu meningkatkan hasil pertanian masyarakat.

“Kami ingin bantuan ini memberikan dampak nyata bagi petani. Karena itu, saya minta Dinas TPHP melakukan pengawasan agar pemanfaatannya berjalan optimal,” katanya.

Syamsul juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe sebenarnya telah mengusulkan sebanyak 190 unit pompa air pada tahun 2026. Namun, jumlah yang disetujui pemerintah pusat masih terbatas sehingga penyalurannya dilakukan secara bertahap.

Meski demikian, ia berharap bantuan yang telah diterima kelompok tani di Kecamatan Tongauna dapat menjadi solusi dalam menghadapi kekeringan sekaligus mendukung peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

“Jumlah yang disetujui memang belum sesuai kebutuhan yang diusulkan. Namun kami berharap bantuan yang ada saat ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani Konawe,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA