Basarnas Kendari Berhasil Selamatkan Dua ABK Kapal Bocor di Perairan Tanjung Taipa

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Agu 2026 09:28 0 17 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE UTARA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal barang GT 8 yang mengalami mati mesin dan kebocoran di sekitar Perairan Tanjung Taipa, Kabupaten Konawe Utara, berakhir sukses. Dua awak kapal yang sempat terombang-ambing di laut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis (13/8/2026) dini hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari, Amiruddin A.S., menjelaskan bahwa informasi kejadian diterima Comm Centre KPP Kendari pada Rabu malam sekitar pukul 22.55 WITA. Kapal barang GT 8 dengan dua orang di atas kapal dilaporkan mengalami mati mesin dan kebocoran saat berlayar di sekitar Perairan Tanjung Taipa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 23.15 WITA Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan. Jarak lokasi kejadian dengan Pos SAR Konawe Utara diperkirakan sekitar 20 mil laut.

Setelah menempuh perjalanan menuju lokasi, Tim SAR Gabungan tiba di area pencarian pada pukul 02.13 WITA dan langsung melakukan penyisiran. Hasilnya, pada pukul 02.40 WITA kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat sekitar 2,19 mil laut di sebelah barat lokasi awal kejadian.

Kedua korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Perikanan Molawe dan tiba dengan selamat pada pukul 04.48 WITA. Adapun identitas korban yang berhasil diselamatkan yakni Ismail (50), warga Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, dan Doni (31), warga Tanasa.

“Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR terhadap kapal barang GT 8 yang mengalami mati mesin dan kebocoran di sekitar Tanjung Taipa dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujar Amiruddin.

Operasi SAR tersebut melibatkan unsur KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, Polair Konawe Utara, serta keluarga korban. Tim didukung sejumlah peralatan dan armada, antara lain Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Berdasarkan kronologi, insiden bermula pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 22.45 WITA ketika kapal barang GT 8 yang berlayar dari Vessel Tonase menuju Pulau Bahubulu mengalami mati mesin disertai kebocoran di sekitar Perairan Tanjung Taipa sehingga membutuhkan bantuan SAR.

Keberhasilan operasi ini menjadi bukti kesiapsiagaan dan respons cepat Tim SAR Gabungan dalam memberikan pertolongan terhadap kecelakaan pelayaran di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA