Kapal Barang Mati Mesin di Perairan Tanjung Taipa, Basarnas Kendari Luncurkan Operasi SAR

waktu baca 2 menit
Rabu, 12 Agu 2026 23:02 0 7 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE UTARA – Sebuah kapal barang GT 8 dengan dua orang awak dilaporkan mengalami mati mesin sekaligus kebocoran di perairan sekitar Tanjung Taipa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu malam (12/8/2026).

Informasi mengenai insiden tersebut diterima oleh Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/BASARNAS) Kendari pada pukul 22.55 Wita dari Asri, pemilik kapal. Dalam laporannya, kapal yang sedang berlayar menuju Pulau Bahubulu itu mengalami gangguan mesin dan kebocoran sehingga membutuhkan bantuan darurat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 23.15 Wita Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan, tim bergerak cepat setelah menerima informasi guna memastikan keselamatan seluruh awak kapal yang berada di atas kapal yang mengalami kendala.

“Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR kepada kapal yang mengalami mati mesin dan kebocoran di sekitar perairan Tanjung Taipa,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima, terdapat dua orang di atas kapal tersebut, masing-masing bernama Ismail dan Doni.

Lokasi kejadian berada sekitar 20 mil laut (NM) dari Pos SAR Konawe Utara. Kondisi cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 8,1 kilometer per jam dari arah timur dan tinggi gelombang mencapai satu meter berdasarkan informasi BMKG.

Dalam operasi ini, sejumlah unsur SAR dilibatkan, di antaranya SAR Mission Coordinator (SMC) dan Staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, serta Polair Konawe Utara.

Adapun peralatan yang digunakan meliputi Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan pendukung lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemberian bantuan terhadap kapal dan dua awaknya masih berlangsung. BASARNAS Kendari menyatakan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah tim di lapangan memberikan laporan terbaru.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA