BAITSULTRA.COM/KONAWE – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tetap bergelora di Kelurahan Ranoeya, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe. Meski pelaksanaan lomba tingkat kecamatan tahun ini ditiadakan, warga setempat memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, mereka menjadikan momentum tersebut sebagai ajang memperkuat kebersamaan melalui lomba antar-RT yang digelar selama dua hari, 19–20 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Laugi itu merupakan hasil kolaborasi Karang Taruna Kelurahan Ranoeya bersama Pemerintah Kelurahan serta dukungan penuh masyarakat. Beragam perlombaan rakyat disiapkan untuk melibatkan seluruh kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Ranoeya, Dedy Isran Landimuru, mengatakan bahwa penyelenggaraan pesta rakyat tersebut lahir dari keinginan menjaga semangat kemerdekaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Karena lomba tingkat kecamatan tidak dilaksanakan tahun ini, kami berinisiatif menghadirkan kegiatan di tingkat kelurahan. Tujuannya agar semangat kebersamaan, gotong royong, dan kegembiraan warga dalam menyambut kemerdekaan tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Dedy, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang melalui musyawarah bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah kelurahan, ketua RW, ketua RT, tokoh masyarakat, serta pemuda duduk bersama merancang konsep kegiatan hingga pembentukan panitia pelaksana.
Ia menegaskan, pesta rakyat tersebut bukan kegiatan yang disusun secara mendadak. Seluruh keputusan diambil melalui kesepakatan bersama dengan mengedepankan partisipasi masyarakat.
Pendanaan kegiatan pun sepenuhnya mengandalkan semangat gotong royong. Warga secara sukarela memberikan sumbangan sesuai kemampuan, sementara sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Ranoeya turut memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan kegiatan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama lomba digelar. Area Balai Laugi dipadati warga yang datang memberikan dukungan kepada perwakilan RT masing-masing. Sorak-sorai penonton dan tawa riang peserta menciptakan suasana penuh keakraban yang menjadi ciri khas perayaan kemerdekaan di tingkat kampung.
Bagi Karang Taruna, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Ranoeya.
“Momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan sekaligus menjadi kesempatan memperkuat persatuan. Melalui kegiatan seperti ini, silaturahmi antarwarga semakin erat dan rasa kebersamaan terus terpelihara,” tutur Dedy.
Pesta rakyat antar-RT tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu diukur dari besarnya sebuah acara. Dengan kebersamaan dan gotong royong, warga Kelurahan Ranoeya mampu menghadirkan perayaan yang sederhana namun sarat makna, sekaligus memperlihatkan peran aktif generasi muda dalam menjaga tradisi kebangsaan di tengah masyarakat.
Tidak ada komentar