Bupati Konawe Launching 3 Dapur Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Sep 2025 17:43 0 141 Admin

BAITSULTRA.COM./ KONAWE — Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST., secara resmi melaunching tiga dapur Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) baru, yang sekaligus menambah jumlah dapur aktif menjadi 10 unit.

Seremoni peresmian dipusatkan di Kelurahan Anggaberi dengan menggabungkan SPPG Desa Anggaberi, Kelurahan Arombu, dan Kelurahan Ambekairi, pada Senin (8/9/2025).

Acara ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dihadiri Forkopimda, Sekda Konawe Dr. Ferdinand, para kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Konawe, Nopri Al Ikmansyah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) inisiatif nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini menjadi prioritas utama Pemkab Konawe. Pada tahap awal, sebanyak 7.467 penerima manfaat disasar, mencakup anak sekolah, santri, ibu hamil, balita, hingga ibu menyusui.

“Satu dapur SPPG butuh 120 kg daging sapi per hari, setara dua ekor sapi lokal. Kalau 33 dapur aktif, kita butuh 66 ekor sapi per hari atau 2.540 ekor per bulan. Itu belum termasuk telur, sayur, dan buah,” jelasnya.

Yusran mengakui tantangan terbesar ada pada inflasi pangan lokal akibat permintaan tinggi yang tidak sebanding dengan produksi.

“Permintaan naik, stok kurang, harga melambung. Ini koreksi keras buat kita semua,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Bupati langsung memberi instruksi: Dinas Peternakan untuk percepat produksi sapi, ayam, dan telur.

Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan untuk inventarisasi lahan tidur dan kembangkan kawasan tematik buah.

Bappeda & Dinas Pendidikan untuk integrasikan data penerima manfaat dalam penganggaran. Serta pihak Swasta dan Masyarakat untuk bermitra sebagai penyedia bahan baku lokal.

“Ini bukan cuma program kesehatan, tapi juga program ekonomi kerakyatan. Ratusan miliar rupiah akan berputar di Konawe. Petani, peternak, pedagang kecil, semua harus merasakan manfaatnya!” ungkap Yusran.

Konawe kini tercatat sebagai kabupaten dengan dapur SPPG terbanyak di Sulawesi Tenggara: 33 unit siap beroperasi hingga Oktober 2025.

“Dibanding 17 kabupaten/kota lain di Sultra, Konawe paling siap. Tapi siap saja tidak cukup, kita harus produktif, kolaboratif, dan inovatif,” tandas Bupati.

Dengan 33 dapur beroperasi optimal, Yusran memperkirakan perputaran uang mencapai ratusan miliar rupiah per tahun, yang akan menghidupkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM lokal.

“Bayangkan, petani sayur punya pasar tetap, peternak sapi punya pembeli rutin, pedagang kecil jadi pemasok bumbu. Ekonomi desa hidup, ekonomi daerah tumbuh,” tuturnya.

Acara ditutup dengan pengguntingan pita dan pelepasan balon program MBG sebagai tanda resmi beroperasinya tiga dapur baru.

Dengan semangat gotong royong, Konawe menargetkan menjadi contoh nasional pelaksanaan MBG bukan hanya demi kesehatan, tetapi juga demi kemakmuran rakyat dan masa depan bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA