Jelang Pembukaan, Bupati Konawe Kawal Persiapan Pekan Inovasi Daerah

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Nov 2026 18:40 0 16 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., memastikan persiapan Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026 berjalan maksimal. Tiga hari menjelang pembukaan, Minggu (8/11/2026), ia turun langsung meninjau lokasi kegiatan di eks MTQ Unaaha.

Di tengah kesibukan pekerja merampungkan panggung dan stan pameran, Yusran meminta seluruh panitia dan peserta tidak bekerja setengah hati. Ia menginginkan seluruh persiapan tuntas sebelum kegiatan resmi dibuka pada 11 November mendatang.

Pekan Inovasi Daerah tahun ini mengusung tema “Inovasi Daerah untuk Negeriku, Konawe Bersahaja” dan dijadwalkan berlangsung hingga 21 November 2026.

Sedikitnya 436 peserta akan ambil bagian. Mereka terdiri atas organisasi perangkat daerah (OPD), 28 kecamatan, 57 kelurahan, 291 desa, instansi vertikal, perusahaan swasta, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Yusran menegaskan, setiap peserta harus menampilkan inovasi unggulan yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Pameran tersebut tidak boleh hanya menjadi ajang memajang program, tetapi harus memperlihatkan hasil kerja dan terobosan yang telah dilakukan.

“Setiap OPD harus memastikan materi, inovasi, dan program yang akan ditampilkan benar-benar siap untuk diketahui dan dinilai masyarakat. Jangan menganggap ini agenda biasa,” tegasnya.

Menurutnya, Pekan Inovasi Daerah menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi serta kreativitas daerah.

Keterlibatan UMKM juga mendapat perhatian khusus. Pelaku usaha lokal diharapkan memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana promosi produk, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus membuka peluang usaha baru.

Pemerintah daerah ingin menjadikan UMKM sebagai bagian dari penggerak ekonomi kerakyatan dalam mewujudkan visi Konawe Bersahaja.

Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diwajibkan menyiapkan minimal satu inovasi unggulan, baik berbasis digital maupun nondigital, yang telah atau sedang diterapkan di wilayah masing-masing.

Panitia menyiapkan sejumlah indikator penilaian, meliputi substansi inovasi sebesar 40 persen, presentasi dan edukasi 30 persen, visual serta kreativitas stan 20 persen, dan interaktivitas dengan pengunjung 10 persen.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap budaya inovasi semakin berkembang, kualitas pelayanan publik meningkat, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat.

Yusran berharap Pekan Inovasi Daerah 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setiap gagasan dan terobosan yang ditampilkan harus mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Konawe.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA