Ekspedisi Latoma–Routa Tuntas, Bupati Yusran Siapkan Misi Lanjutan Gali Jejak Sejarah dan Wisata Konawe

waktu baca 4 menit
Sabtu, 7 Nov 2026 11:36 0 31 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Perjalanan panjang selama 14 hari menembus kawasan belantara perbatasan Kecamatan Latoma dan Routa akhirnya tuntas. Sebanyak 27 anggota Tim Ekspedisi Latoma–Routa tiba dengan selamat di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Konawe, Sabtu (7/11/2026).

Kedatangan rombongan yang dipimpin Edi Lamambo tersebut disambut langsung Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama jajaran pemerintah daerah. Ekspedisi ini berada di bawah koordinasi Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.M.

Kepulangan para peserta bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah perjalanan panjang. Lebih dari itu, ekspedisi tersebut membawa harapan baru bagi terbukanya konektivitas wilayah Latoma–Routa, sekaligus mengungkap potensi sejarah, kebudayaan, dan pariwisata yang selama ini belum banyak tersentuh.

Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, mengungkapkan bahwa ekspedisi ini merupakan langkah awal untuk menjajaki kemungkinan pembukaan akses jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Latoma dengan Kecamatan Routa.

Menurutnya, hasil penelusuran lapangan menjadi modal awal bagi pemerintah daerah dalam merancang tindak lanjut pembangunan infrastruktur tersebut.

Namun, rencana itu membutuhkan koordinasi lintas instansi, terutama dengan Kementerian Kehutanan, mengingat jalur yang ditelusuri bersinggungan dengan kawasan hutan yang memiliki ketentuan khusus.

“Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah daerah harus segera berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan agar rencana pembukaan akses jalan bisa dilakukan,” ujarnya.

Syamsul berharap, jika akses tersebut nantinya dapat direalisasikan, manfaatnya tidak hanya dirasakan melalui kemudahan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan destinasi wisata baru di Konawe.

Sementara itu, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan seluruh peserta menyelesaikan ekspedisi dan kembali dalam keadaan selamat.

Di hadapan rombongan, Yusran menegaskan bahwa perjalanan tersebut memiliki misi yang jauh lebih luas daripada sekadar mencari jalur alternatif pembangunan jalan.

Baginya, ekspedisi Latoma–Routa juga menjadi perjalanan untuk menelusuri jejak sejarah, menggali warisan kebudayaan, serta mengidentifikasi kekayaan alam yang tersimpan di kawasan tersebut.

Karena itu, ia meminta seluruh hasil perjalanan, mulai dari kondisi geografis, kontur wilayah, jarak tempuh, hingga berbagai temuan sejarah dan budaya, didokumentasikan secara menyeluruh.

“Saya ingin semua hasil ekspedisi ini ditulis dan didokumentasikan. Jangan berhenti sampai di sini, karena ekspedisi ini bukan hanya mencari jalur untuk pembangunan jalan, tetapi juga merupakan ekspedisi kebudayaan,” tegas Yusran.

Bupati mengungkapkan, selama menembus kawasan tersebut, para peserta memperoleh sejumlah informasi mengenai cerita rakyat, kisah leluhur, hingga peninggalan sejarah yang masih hidup dalam ingatan masyarakat setempat.

Bahkan, tim menemukan beberapa lokasi yang diduga memiliki nilai historis dan kebudayaan, di antaranya makam leluhur.

Temuan itu, menurut Yusran, tidak boleh dibiarkan menjadi cerita yang hilang ditelan waktu. Diperlukan penelusuran lebih lanjut agar warisan tersebut dapat dicatat sebagai bagian dari sejarah dan peradaban masyarakat Konawe.

Tak hanya menyimpan jejak masa lalu, kawasan yang dilalui tim juga memperlihatkan potensi alam yang menjanjikan. Sejumlah objek alam, termasuk danau, menjadi bagian dari temuan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Kebudayaan dan pariwisata merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Temuan-temuan selama ekspedisi ini harus kita eksplorasi lebih lanjut agar dapat memberikan manfaat bagi daerah,” ungkapnya.

Untuk memastikan seluruh temuan tidak berhenti sebatas catatan perjalanan, Yusran meminta Wakil Bupati bersama tim ekspedisi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mengoordinasikan pengumpulan serta pengolahan data.

Pemerintah Kabupaten Konawe juga akan menindaklanjuti hasil penelusuran melalui koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan instansi Pekerjaan Umum guna mengkaji kemungkinan pembukaan jalur alternatif Latoma–Routa.

Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi perencanaan yang lebih matang, baik dari aspek teknis pembangunan, ketentuan kawasan hutan, maupun manfaatnya bagi masyarakat.

Di penghujung kegiatan, Bupati kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh 27 anggota tim serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan selama ekspedisi berlangsung.

Bahkan, pemerintah daerah telah membuka peluang untuk melanjutkan penjelajahan tersebut melalui ekspedisi berikutnya pada 2027.

Ekspedisi lanjutan itu direncanakan untuk menggali lebih dalam potensi wilayah, mulai dari konektivitas antarwilayah, sejarah, kebudayaan, hingga pariwisata.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA