BAITSULTRA.COM/KENDARI – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mulai menjalani rangkaian kunjungan kerja di Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (6/10/2026). Agenda kunjungan tersebut difokuskan pada pemantauan stabilitas pangan, penyerapan aspirasi petani, serta penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan.
Zulkifli Hasan tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, sekitar pukul 16.40 WITA bersama rombongan dari Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Deputi Bidang Ketersediaan dan Upaya Peningkatan Pangan (KUPP) Widiastuti, Anggota Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo, serta tokoh masyarakat Charlie Van Houten.
Setibanya di Kendari, Menko Pangan langsung bergerak menuju kawasan Tugu Religi Sultra, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, untuk meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar bagi masyarakat. Sekitar 750 warga memadati lokasi kegiatan guna memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Di lokasi tersebut, Zulhas memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman serta harga-harga kebutuhan masyarakat berada dalam kondisi terkendali. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mendengar langsung perkembangan harga pangan dan kondisi distribusi kebutuhan pokok di daerah.
Usai meninjau pasar murah, rombongan melanjutkan agenda ke Hotel Claro Kendari.
Pada malam harinya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu dijadwalkan menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Ballroom Claro Hotel.
Rangkaian kunjungan kerja berlanjut pada Rabu (7/10/2026). Menko Pangan dijadwalkan mengunjungi Desa Pambulaa Jaya untuk menghadiri kegiatan Temu Petani dan peninjauan areal persawahan.
Dalam agenda tersebut, Zulhas akan berdialog langsung dengan petani guna menyerap berbagai aspirasi terkait sektor pertanian, mulai dari produksi, distribusi hingga kebutuhan sarana pendukung pertanian. Kunjungan itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam melihat secara langsung potensi serta tantangan pengembangan pangan di Sulawesi Tenggara.
Pemerintah berharap kunjungan kerja tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
Tidak ada komentar