Wajah Baru Pertanian Konawe: Fondasi Kemandirian Pangan dan Ekonomi Daerah

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Nov 2025 10:06 0 91 Admin

BAITSULTRA.COM./KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe dibawah Komando duet Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST., bersama Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Berbagai langkah strategis, mulai dari revitalisasi pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga percepatan tanam dan pengelolaan komoditas unggulan, telah digulirkan untuk mewujudkan Konawe sebagai lumbung pangan yang berdaya saing tinggi.

Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan nasional di bawah arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan. Serta hal ini juga sejalan dengan visi daerah melalui Program Konawe Bersahaja (Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan).

Meski belum genap setahun memimpin, duet Yusran–Syamsul telah menampakkan gebrakan nyata. Keunggulan personal keduanya menjadi modal penting. Yusran yang dikenal sebagai pengusaha muda tampil visioner dan agresif membuka ruang-ruang pengembangan ekonomi, sementara Syamsul Ibrahim dengan pengalaman legislasi tiga periode memberi penguatan strategis dalam setiap kebijakan publik.

Sebagai lumbung pangan utama di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe dituntut terus melakukan lompatan besar. Tidak hanya menjadi sentra beras, Pemkab Konawe kini menyiapkan strategi diversifikasi komoditas, salah satunya pengembangan palawija berbasis jagung pakan.

Bupati Yusran menjelaskan sejumlah kecamatan akan diarahkan menjadi kawasan sentra jagung pakan untuk memperkuat status Konawe sebagai lumbung pangan strategis.

“Pengembangan ini bukan hanya menaikkan produktivitas pertanian, tapi juga mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Yusran.

Wilayah Puriala, Lambuya, hingga Onembute disiapkan sebagai klaster utama pengembangan. Program ini sekaligus menjadi kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional, selaras dengan pembangunan Konawe Bersahaja.

“Dengan kerja bersama antara pemerintah, penyuluh, aparat desa, dan masyarakat, saya optimis dampaknya akan besar bagi ekonomi Konawe dan kebutuhan nasional,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Konawe mencanangkan penanaman perdana jagung hibrida seluas 75 hektare di Kecamatan Puriala. Program besar “Satu Desa, Sepuluh Hektare Jagung” akan dimulai pada 2026.

“Ini wujud nyata Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa. Kenapa jagung? Karena potensi lahan, sumber daya, dan kebutuhan nasional sangat besar,” kata Yusran.

Program ini terintegrasi dengan kebutuhan pakan ternak menjadi peluang ekonomi besar bagi petani lokal.

Menurut data Dinas TPHP, Puriala memiliki potensi lahan kering hingga 1.000 hektare dengan 200 hektare lahan CPCL. Dengan produktivitas rata-rata 5 ton/hektare, program “Satu Desa Sepuluh Hektare” diproyeksi menghasilkan ratusan ribu ton jagung pada 2026. Harga komoditas pun diyakini stabil dengan intervensi pemerintah dan kesiapan investor industri pakan ternak.

“Kalau swasembada jagung tercapai, investor otomatis datang. Konawe bisa menjadi pusat industri pakan ternak nasional. Tapi ini harus dibuktikan, bukan hanya seremoni,” tegas Yusran.

Pemkab Konawe juga menyalurkan Bantuan Benih Buah, Sayuran, dan sarana pendukung untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025. Penyaluran tersebut berlangsung di Hotel Nugraha, Unaaha.

Bupati Yusran memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat program unggulan pertanian, hortikultura, dan perkebunan.

“Pengembangan benih buah dan sayuran terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Yusran berharap bantuan tersebut dikelola optimal agar produksi lokal semakin berkualitas dan kompetitif. Dengan berbagai langkah strategis yang terus digencarkan, Pemkab Konawe menargetkan menjadi daerah agraris modern yang mandiri dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA