BAITSULTRA.COM/KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menegaskan komitmennya dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai budaya lokal melalui Rapat Kerja dan Pengukuhan Lembaga Adat Tolaki (LAT) tingkat kecamatan se-Kabupaten Konawe, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST., dan turut dihadiri Ketua DPRD Konawe, unsur Forkopimda, Ketua Umum dan Sekretaris Umum LAT Konawe beserta jajaran pengurus, para ketua dan pengurus LAT kecamatan se- Konawe yang dikukuhkan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengukuhan LAT bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting kebangkitan jati diri masyarakat Tolaki.

“Hari ini bukan hari biasa. Ini adalah hari kebangkitan jati diri Tolaki. Hari ketika nilai-nilai luhur leluhur kembali kita hidupkan dan semangat adat kembali bergelora di Bumi Kalosara yang kita cintai,” tegasnya.
Bupati Yusran menyoroti derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat masyarakat Konawe kehilangan akar budaya dan identitasnya.
“Kita boleh maju, tetapi tidak boleh melupakan asal. Kita boleh modern, tetapi tidak boleh tercerabut dari budaya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Lembaga Adat Tolaki memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai penuntun moral dan sosial masyarakat. LAT dinilai menjadi motor penggerak peradaban Tolaki di tengah dinamika perubahan zaman.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yusran kembali mengangkat falsafah luhur masyarakat Tolaki, “Inae Konasara Pinesara, Inae Ie Liasara Ie Pinekasara”, sebagai kompas moral kehidupan bermasyarakat di Konawe.
“Jika adat dijunjung tinggi, masyarakat akan hidup damai. Jika adat dijaga, pembangunan akan bermartabat. Dan jika LAT bersatu, Konawe akan menjadi daerah yang kuat dalam budaya, karakter, dan persaudaraan,” katanya.
Sejalan dengan visi pembangunan daerah, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe menempatkan budaya sebagai jiwa pembangunan. Pembangunan, menurutnya, tidak boleh hanya mengejar capaian angka, tetapi harus berpijak pada nilai dan kearifan lokal.
Untuk itu, Bupati Yusran mengajak LAT menjadi mitra strategis pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda, menjadi benteng moral masyarakat, serta berperan aktif dalam penyelesaian persoalan sosial. Selain itu, LAT juga didorong berkontribusi dalam kebangkitan ekonomi berbasis budaya, seperti pengembangan pariwisata adat, seni tradisi, tenun, dan kuliner khas Tolaki.

“Saya ingin melihat LAT hadir di setiap desa dan kecamatan, menjadi penggerak moral masyarakat, inspirasi bagi generasi muda, dan kebanggaan daerah,” ungkapnya.
Bupati menegaskan bahwa menjaga adat berarti menjaga harga diri, dan menjaga budaya berarti menjaga masa depan. Ia berharap dunia mengenal masyarakat Tolaki sebagai komunitas yang tidak hanya kaya sejarah, tetapi juga memiliki masa depan gemilang karena berakar kuat pada budayanya.
Menutup sambutannya, dengan penuh semangat dan kebanggaan, Bupati Konawe secara resmi membuka acara pengukuhan Lembaga Adat Tolaki tingkat kecamatan se-Kabupaten Konawe.
“Tolaki bukan sekadar suku, tapi jiwa. Konawe bukan sekadar tanah, tapi marwah. Dan adat bukan sekadar simbol, melainkan nyawa peradaban kita,” tutupnya.
Tidak ada komentar