BAITSULTRA.COM/KONAWE – Nama Kabupaten Konawe kembali harum di panggung pendidikan Sulawesi Tenggara. Kali ini, prestasi datang dari seorang siswa SMP Islam Terpadu Al Ishlah, Dzaky Muhammad Mirza, yang sukses merebut Juara 1 Lomba Mendongeng Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (26/10/2026).
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMP IT Al Ishlah sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar Konawe mampu bersaing dan menunjukkan talenta terbaiknya di tingkat provinsi.
Dalam penampilannya, Dzaky tampil penuh percaya diri. Ia mampu menghidupkan cerita melalui penghayatan, ekspresi wajah, permainan intonasi, serta penguasaan panggung yang membuat penampilannya terlihat kuat dan meyakinkan di hadapan dewan juri.
Bukan sekadar mampu menyampaikan cerita, Dzaky juga dinilai berhasil membangun suasana dan menyampaikan pesan moral yang terkandung dalam dongeng dengan cara yang menarik.
Kemampuan mengolah suara, ekspresi, hingga penguasaan materi menjadi kekuatan Dzaky dalam menaklukkan persaingan pada cabang lomba mendongeng tersebut.
FTBI diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian dan revitalisasi bahasa daerah di Sulawesi Tenggara.
Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, sebelumnya menjelaskan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan salah satu tugas penting Balai Bahasa dengan melibatkan serta memfasilitasi pemerintah kabupaten dan kota.
“Tugas kami di Balai Bahasa Sulawesi Tenggara adalah memfasilitasi pemerintah kabupaten dan kota dalam perlindungan bahasa daerah. Salah satu program yang kami gagas adalah revitalisasi bahasa daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).
FTBI merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang bagi para pelajar untuk menggali potensi, bakat, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.
Cabang lomba mendongeng menjadi salah satu kategori yang menuntut kemampuan komunikasi, keberanian, kreativitas, penguasaan materi, serta kemampuan menguasai panggung.
Bagi Dzaky, seluruh kemampuan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil keluar sebagai yang terbaik dan membawa nama SMP IT Al Ishlah serta Kabupaten Konawe ke tingkat provinsi.
Orang tua Dzaky, Muhamad Surya Putra, mengaku bersyukur sekaligus bangga atas capaian yang diraih putranya.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses latihan, kerja keras, bimbingan guru, serta dukungan dan doa keluarga.
“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua sangat bangga atas prestasi yang diraih anak kami. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa,” ujarnya.
Ia berharap capaian Dzaky dapat menjadi penyemangat bagi pelajar lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki, serta tidak takut untuk tampil dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Prestasi Dzaky sekaligus menjadi pesan bahwa bakat dan kreativitas pelajar Konawe memiliki ruang untuk berkembang ketika mendapat dukungan dan pembinaan yang tepat.
Tidak ada komentar