BLK Konawe Beroperasi 2027, Bupati Yusran Kejar Tenaga Kerja Terampil

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Okt 2026 07:21 0 7 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe menargetkan Balai Latihan Kerja (BLK) Konawe mulai beroperasi pada 2027. Kehadiran BLK tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., mengatakan pemerintah daerah tidak ingin hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Menurutnya, tenaga kerja harus dipersiapkan sejak awal agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.

“Sebagai kepala daerah saya berpikir lebih kepada hulunya. Bagaimana bisa mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai untuk menjawab kebutuhan industri dan perusahaan,” kata Yusran, Sabtu (24/10/2026).

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Konawe mulai menjalin kerja sama dengan BPPP Provinsi dalam penyelenggaraan sejumlah pelatihan. BLK nantinya diarahkan sebagai pusat peningkatan keterampilan melalui program upskilling dan reskilling.

Dukungan juga datang dari dunia industri. PT Obsidian Stainless Steel (OSS) memberikan hibah peralatan untuk menunjang pelatihan, di antaranya loader, genset 100 kVA, peralatan las listrik dan TIG, bor hidrolik, mesin bubut serta alat ukur presisi.

Yusran menyebut bantuan tersebut sebagai jembatan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan riil industri.

“Ini bukan bantuan biasa. Ini adalah bridge—jembatan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan riil industri,” ujarnya.

Selain keterampilan teknis, peserta pelatihan akan dibekali pemahaman mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Kuota pelatihan pada tahun depan ditargetkan mencapai ratusan peserta.

Pemkab juga akan membuka pelatihan bidang konstruksi dan teknis, seperti tukang batu, tukang kayu, teknisi listrik, plumbing dan sanitasi. Langkah ini dinilai penting untuk menghasilkan tenaga profesional yang mampu mengerjakan pekerjaan teknis secara tepat.

Seiring berkembangnya sektor industri dan pertambangan di Konawe, kebutuhan tenaga pengemudi dan operator juga diperkirakan semakin besar.

Yusran berharap keberadaan BLK dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat lokal untuk masuk ke dunia kerja.

Ia mengajak generasi muda Konawe memanfaatkan program pelatihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan sebelum bersaing di pasar kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Konawe, Ilham Jaya, S.T., mengatakan puluhan perusahaan di Konawe membutuhkan tenaga kerja siap pakai.

Perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai perbankan, pertambangan, pembiayaan hingga UMKM. Di antaranya PT SCM di Routa, PT VDNI dan PT OSS di Morosi, serta sejumlah perusahaan perbankan di Unaaha.

Pemerintah berharap keberadaan BLK mampu memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus tumbuh di Konawe.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA