Yusran Akbar Bawa Konawe Cetak Rekor Penurunan Kemiskinan Tertinggi se-Sultra

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Okt 2026 09:15 0 16 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE — Kabupaten Konawe mencatat perkembangan positif dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 20 Oktober 2026 menunjukkan angka kemiskinan Konawe pada Maret 2026 turun menjadi 11,46 persen.

Penurunan tersebut mencapai 1,32 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 12,78 persen. Capaian itu sekaligus menjadi penurunan tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tenggara.

Secara regional, penurunan angka kemiskinan Konawe juga berada jauh di atas rata-rata Sulawesi Tenggara yang tercatat sebesar 0,52 poin persentase. Dengan capaian tersebut, Konawe kini berada di posisi ketujuh sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Tenggara.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak semata-mata dilihat dari berkurangnya jumlah penduduk miskin. Perubahan kualitas kesejahteraan masyarakat juga menjadi indikator penting.

Hal itu, kata Yusran, tercermin dari menurunnya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).

“Ini adalah rekor terbaik bagi Konawe. Turunnya angka kemiskinan hingga 11,46 persen dan menjadi penurunan tertinggi se-Sultra menunjukkan program pengentasan kemiskinan yang kita jalankan berjalan tepat sasaran,” kata Yusran saat ditemui awak media di Unaaha, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, penurunan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi masyarakat miskin.

“Artinya, tidak hanya jumlah orang miskin yang berkurang, tetapi jarak pengeluaran mereka terhadap garis kemiskinan juga semakin mengecil. Ketimpangan di antara penduduk miskin juga semakin menyempit,” ujarnya.

Meski mencatat hasil positif, Yusran menegaskan pemerintah daerah tidak akan menjadikan capaian tersebut sebagai alasan untuk berhenti bekerja.

Pemkab Konawe, lanjutnya, akan terus menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sektor ekonomi lokal agar penurunan kemiskinan dapat berlangsung secara konsisten.

Saat ini, garis kemiskinan di Kabupaten Konawe tercatat sebesar Rp486.575 per kapita per bulan.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana mempertahankan tren ini. Kita tidak boleh cepat puas. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan ekonomi lokal harus terus dilakukan agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Konawe berharap tren positif tersebut dapat dipertahankan sehingga angka kemiskinan terus ditekan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara lebih luas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA