Bupati Konawe Dorong Pemuda Berani Berkarya, Pantang Menyerah dan Peduli Sesama

waktu baca 3 menit
Rabu, 28 Okt 2026 17:11 0 19 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Semangat Sumpah Pemuda ke-98 tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., meminta generasi muda menjadikan momentum bersejarah tersebut sebagai energi untuk berkarya, mengabdi dan mengambil peran dalam menentukan masa depan daerah serta bangsa.

Pesan itu disampaikan Yusran saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe, Rabu (28/10/2026).

Dalam amanatnya, Yusran menekankan tiga karakter yang dinilai penting dimiliki generasi muda saat ini, yakni patriotik, gigih dan berempati.

Menurutnya, ketiga nilai tersebut menjadi modal utama bagi pemuda dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat sekaligus menjawab tantangan pembangunan.

“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab, masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” ujar Yusran.

Ia mengajak generasi muda memahami kembali makna Sumpah Pemuda yang lahir 98 tahun silam. Kala itu, pemuda dari berbagai latar belakang mampu mengesampingkan perbedaan dan menyatukan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa.

Semangat persatuan tersebut, kata Yusran, harus terus diwariskan dan diwujudkan dalam kehidupan generasi masa kini.

“Janji yang menyatukan perbedaan. Janji yang menguatkan perjuangan. Janji yang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa: Indonesia. Hari ini, semangat itu harus tetap hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Yusran juga mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, kemajuan teknologi maupun melimpahnya sumber daya alam.

Lebih dari itu, kekuatan sebuah bangsa sangat bergantung pada kualitas manusianya.
Karena itu, pembangunan karakter generasi muda harus menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah.

Yusran kemudian menguraikan tiga karakter yang harus terus ditumbuhkan dalam diri pemuda.

Pertama, patriotik. Kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui pengabdian dan tindakan nyata.

Kedua, gigih. Pemuda harus memiliki mental pantang menyerah. Kegagalan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berjuang, melainkan menjadi pengalaman untuk bangkit dan mencoba kembali.

Ketiga, berempati. Kesuksesan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian pribadi. Pemuda harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat serta mampu merasakan kesulitan yang dihadapi sesama.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Di hadapan peserta upacara, Yusran juga mendorong pemuda Konawe agar tidak takut memiliki cita-cita besar. Namun, mimpi tersebut harus diikuti keberanian untuk bekerja keras dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Ia meminta generasi muda terus memperkuat ilmu pengetahuan, menciptakan karya, membangun kapasitas kepemimpinan dan berani mengambil peluang. Di saat yang sama, pemuda juga harus tetap rendah hati serta memiliki kemauan untuk melayani dan membantu masyarakat.

“Bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” pesannya.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Dr. Ferdinand, S.P., M.H., sejumlah anggota DPRD Konawe, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta jajaran ASN, PPPK dan PPPK paruh waktu lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Konawe diharapkan menjadi titik pengingat bahwa masa depan daerah tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas dan menguasai teknologi, tetapi juga pemuda yang berkarakter, tangguh, berani mengambil peran dan memiliki kepedulian sosial.

Sebab, wajah Konawe dan Indonesia pada masa mendatang akan sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan generasi mudanya hari ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA