Rutan Unaaha Kobarkan Semangat Persatuan di Hari Sumpah Pemuda ke-98

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Okt 2026 17:17 0 16 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Semangat persatuan dan pengabdian dikobarkan jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).

Upacara yang digelar di lingkungan Rutan Kelas IIB Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tersebut mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.”

Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum 28 Oktober dimanfaatkan untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, sekaligus mendorong seluruh jajaran pemasyarakatan agar menjalankan tugas dengan penuh integritas dan kepedulian.

Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, Nurhadi, S.H., M.H., dalam amanatnya menyampaikan pesan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, tentang pentingnya membangun karakter generasi muda yang mampu menjadi kekuatan bangsa.

Pesan tersebut menekankan tiga nilai utama, yakni patriotisme dalam pengabdian, kegigihan dalam menghadapi perjuangan, serta empati dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama. Salam Pemuda,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dengan tugas pemasyarakatan. Patriotisme diwujudkan melalui kesungguhan dalam memberikan pengabdian, sementara kegigihan tercermin dari konsistensi petugas dalam menjalankan tugas dan menghadapi berbagai tantangan.

Di sisi lain, empati menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang humanis, termasuk dalam pelaksanaan pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan.

Dengan semangat tersebut, jajaran Rutan Unaaha diingatkan agar terus menjaga profesionalisme sekaligus menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kemanusiaan dan perubahan positif.

Salah seorang petugas Rutan Unaaha, Arie, mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan di tengah perbedaan.

“Momentum ini mengajarkan kita bahwa persatuan harus dijaga melalui sikap saling menghormati, kepedulian, dan semangat untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus menjadi refleksi bahwa semangat yang lahir dari ikrar pemuda pada 1928 masih relevan untuk terus dirawat.

Bagi jajaran Rutan Unaaha, semangat patriotisme, kegigihan dan empati diharapkan tidak berhenti pada upacara. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas, mulai dari pelayanan, pembinaan hingga pengabdian kepada masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA