Kapolres Konawe Turun Tangan Atur Lalu Lintas, Keselamatan Pelajar Jadi Prioritas

waktu baca 3 menit
Senin, 19 Okt 2026 10:14 0 12 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Di tengah padatnya lalu lintas dan aktivitas warga, sosok Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K., M.Si., tak hanya berada di balik meja. Ia memilih turun langsung ke jalan, berdiri bersama personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Bukan sekedar mengatur kendaraan, kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Konawe itu menjadi perhatian tersendiri. Terlebih ketika sejumlah anak sekolah harus menyeberangi jalan di tengah lalu-lalang kendaraan.

Kapolres bersama personel Satlantas sigap mengatur arus. Kendaraan diarahkan agar tetap bergerak tertib, sementara pelajar yang hendak menyeberang mendapat pengawalan hingga tiba di sisi jalan dengan aman.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa keselamatan pelajar menjadi perhatian serius kepolisian. Sebab, di tengah aktivitas kendaraan yang terus bergerak, satu kelengahan saja dapat berujung pada kejadian yang tidak diinginkan.

Kehadiran polisi di titik-titik rawan bukan tanpa alasan. Jam masuk dan pulang sekolah merupakan waktu ketika pergerakan pelajar bercampur dengan padatnya aktivitas kendaraan masyarakat.

Karena itu, personel ditempatkan pada titik strategis sebagai bentuk pencegahan. Mereka tidak menunggu kecelakaan terjadi untuk bertindak, tetapi hadir lebih awal untuk mengantisipasi potensi bahaya.

Kapolres Konawe bahkan turun langsung memastikan pengaturan lalu lintas berjalan sebagaimana mestinya. Langkah tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus benar-benar hadir dan terlihat di lapangan.

Konsep strong point menjadi salah satu langkah yang diterapkan untuk memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat. Titik-titik yang dinilai membutuhkan pengawasan mendapat perhatian guna menjaga kelancaran sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Para pengendara pun diingatkan tidak menganggap remeh kawasan sekolah. Kecepatan kendaraan harus dikurangi, konsentrasi tetap dijaga, dan pejalan kaki harus diberi ruang serta prioritas untuk menyeberang.
Pengendara juga dilarang menggunakan telepon seluler saat berkendara karena dapat menghilangkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Bagi para pelajar, keselamatan juga menjadi tanggung jawab bersama. Mereka diimbau menyeberang di tempat yang aman, tidak terburu-buru, serta memastikan kondisi kendaraan sebelum melangkah ke badan jalan.

Aksi Kapolres Konawe turun langsung ke jalan menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian tidak selalu identik dengan penindakan. Ada pula pekerjaan sederhana yang dampaknya besar: berdiri di tengah jalan, mengatur kendaraan, dan memastikan seorang anak sekolah dapat menyeberang dengan selamat.

Dari balik seragam dan peluit lalu lintas, pesan yang disampaikan cukup jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas. Melalui kehadiran langsung personel di lapangan, Polres Konawe berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, kelancaran, dan keselamatan lalu lintas di wilayah hukumnya.

Sebab bagi kepolisian, beberapa detik berdiri di tengah jalan untuk mengamankan penyeberangan seorang pelajar bisa jauh lebih berarti daripada menunggu sebuah kecelakaan terjadi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA