Karhutla Mengintai, DPMD Konawe Imbau Camat, Lurah dan Kades Tingkatkan Kewaspadaan

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Agu 2026 12:02 0 39 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengintai sejumlah wilayah di Kabupaten Konawe seiring kondisi cuaca yang semakin kering. Pemerintah daerah pun meminta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan tidak lengah menghadapi potensi kebakaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Konawe, Aswar Razak, meminta seluruh camat, lurah, serta kepala desa untuk selalu sigap dan tidak lengah menghadapi ancaman tersebut.

Menurut Aswar, pemerintah daerah telah melakukan rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe untuk memastikan seluruh jajaran pemerintahan di wilayah tetap siaga selama musim kemarau.

“Kami sudah rapat kemarin bersama Sekda. Seluruh camat tidak diperkenankan untuk keluar daerah dalam rangka siaga karhutla,” tegas Aswar.

Kebijakan tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah agar setiap kecamatan memiliki aparatur yang siap bergerak sewaktu-waktu ketika terjadi kebakaran.

Pasalnya, kondisi kemarau dapat membuat api lebih mudah menyala dan cepat merambat, terutama pada kawasan yang dipenuhi vegetasi kering. Jika tidak segera dikendalikan, kebakaran berpotensi meluas dan mengancam kawasan perkebunan, lahan pertanian, hingga permukiman warga.

DPMD Konawe juga meminta camat, lurah, dan pemerintah desa memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Warga diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api, terutama pembakaran lahan dan kegiatan lain yang berpotensi menjadi sumber kebakaran.

“Camat, lurah, dan desa diarahkan untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang memicu potensi terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Aswar menekankan, sosialisasi tidak boleh hanya dilakukan ketika terjadi kebakaran. Peringatan mengenai bahaya karhutla harus terus disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat pemerintah kecamatan dan desa menggelar kegiatan bersama masyarakat.

“Para camat juga diimbau untuk aktif memberikan peringatan kepada masyarakat di setiap kegiatan,” jelasnya.

Ia menilai pencegahan menjadi langkah paling penting karena kebakaran yang sudah membesar akan jauh lebih sulit dikendalikan. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus dibangun sejak sebelum muncul titik api.

Di sisi lain, DPMD Konawe memastikan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama lintas instansi. Pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa diminta tidak bekerja sendiri apabila menemukan indikasi kebakaran.

“Kami juga harus selalu berkoordinasi dengan Damkar, BPBD, Satpol PP, dan dinas terkait lainnya,” pungkas Aswar.

Dengan ancaman kemarau yang semakin nyata, pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat tidak menunggu api membesar untuk bertindak. Kewaspadaan, komunikasi cepat, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi benteng awal untuk mencegah karhutla meluas di wilayah Konawe.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA