Empat Jurus Yusran–Syamsul Antar Konawe Jadi Jawara Pengendalian Inflasi Sultra

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Jul 2026 16:25 0 15 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Saat sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih berjibaku menghadapi gejolak harga kebutuhan pokok, Kabupaten Konawe justru mencatat prestasi yang patut diperhitungkan. Di bawah kepemimpinan Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST dan Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., daerah berjuluk Bumi Kalosara itu berhasil menjaga laju inflasi tetap stabil sepanjang Semester I Tahun 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Kabupaten Konawe pada Juni 2026 berada di angka 2,12 persen, terendah di Sulawesi Tenggara. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata inflasi provinsi yang mencapai 4,68 persen.

Pencapaian itu sekaligus menempatkan Konawe sebagai daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di Sultra pada akhir semester pertama tahun ini. Keberhasilan tersebut bukanlah hasil kerja instan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe telah menjalankan serangkaian langkah strategis yang terukur dan berkesinambungan sejak awal tahun.

Tren inflasi Konawe bahkan menunjukkan perbaikan yang konsisten. Pada Januari 2026 inflasi tercatat sebesar 3,79 persen, turun menjadi 3,57 persen pada Februari, lalu menyusut signifikan menjadi 1,81 persen pada Maret. Pada April, angka inflasi kembali membaik hingga berada di level 1,61 persen sebelum naik tipis menjadi 2,59 persen pada Mei dan kembali terkendali pada Juni di angka 2,12 persen.

Bupati Konawe mengungkapkan, keberhasilan tersebut ditopang oleh empat strategi utama yang dijalankan secara terpadu bersama seluruh pemangku kepentingan.

Strategi pertama adalah memastikan ketersediaan pangan tetap aman di tengah berbagai tantangan distribusi dan produksi. Pemerintah daerah secara aktif mengawal musim tanam dan panen, menjaga keberlangsungan sistem irigasi, serta memberikan subsidi transportasi bagi sejumlah komoditas yang masih didatangkan dari luar daerah.

Langkah ini terbukti efektif menjaga pasokan dan menekan gejolak harga sejumlah komoditas penting seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, tomat, tahu, hingga tempe.

“Yang paling penting adalah memastikan barang tersedia di masyarakat. Ketika pasokan aman, harga bisa tetap terkendali,” ujar Yusran saat ditemui di Unaaha, Jumat (3/7/2026).

Strategi kedua dilakukan dengan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event daerah.

Menurut Yusran, perputaran uang di masyarakat harus terus dijaga agar daya beli tetap kuat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong pelaku UMKM untuk tumbuh dan mengambil peran lebih besar dalam menopang ekonomi lokal. Selain itu, berbagai agenda daerah juga digelar untuk menarik kunjungan masyarakat sekaligus menciptakan transaksi ekonomi baru.

Strategi ketiga adalah memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemkab Konawe secara rutin membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Bulog, Bank Indonesia, pelaku usaha, perbankan serta berbagai lembaga terkait guna memastikan langkah pengendalian inflasi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sinergi tersebut memungkinkan pemerintah daerah mengambil langkah cepat ketika terjadi potensi gangguan pasokan maupun lonjakan harga di pasar.

Adapun strategi keempat adalah membangun komitmen bersama seluruh elemen daerah. Pemerintah, Forkopimda, pelaku usaha hingga masyarakat didorong untuk memiliki visi yang sama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Menurut Yusran, pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak agar hasilnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Semua pihak memiliki peran dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.

Capaian Konawe sepanjang Semester I 2026 menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada kondisi pasar, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah membangun kolaborasi, menjaga pasokan, dan memastikan roda ekonomi masyarakat terus bergerak.

Dengan fondasi tersebut, Pemerintah Konawe optimistis mampu mempertahankan stabilitas harga hingga akhir tahun sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Bumi Kalosara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA