Konawe Perkuat Gerakan Cegah Stunting, Bupati Tekankan Kolaborasi hingga Tingkat Desa

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Jul 2026 12:12 0 15 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terus mengencangkan langkah dalam menekan angka stunting. Melalui Sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), seluruh elemen pemerintah didorong untuk bergerak bersama memastikan anak-anak Konawe tumbuh sehat dan terbebas dari ancaman gagal tumbuh.

Kegiatan yang berlangsung dihadiri Bupati Konawe Yusran Akbar, Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, unsur TNI, Ketua TP PKK Konawe, Sekretaris Daerah Ferdinand Sapan, kepala OPD, hingga para camat se-Kabupaten Konawe.

Di hadapan peserta, Bupati Konawe Yusran Akbar menyampaikan pesan tegas bahwa percepatan penurunan stunting tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial atau sekadar bahan diskusi dalam ruang rapat. Menurutnya, keberhasilan program hanya dapat dibuktikan melalui perubahan nyata di tengah masyarakat.

Yusran menekankan pentingnya seluruh perangkat daerah memahami arah kebijakan pemerintah, termasuk peran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai sektor utama dalam penanganan stunting.

“Semua harus memahami tugas dan fungsi masing-masing. Jangan berjalan dengan asumsi sendiri. Program ini memiliki arah yang jelas dan harus dilaksanakan secara terukur,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempelajari dan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) agar setiap program yang dijalankan selaras dengan target pembangunan daerah, termasuk dalam upaya menurunkan angka stunting.

Menurut Yusran, persoalan stunting harus ditangani sejak akar permasalahannya. Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk melakukan deteksi dini terhadap keluarga yang berisiko sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Jangan hanya berhenti pada sosialisasi. Kita harus turun melihat kondisi masyarakat, mendeteksi persoalan sejak awal, lalu memberikan solusi yang tepat,” ujarnya.

Bupati juga menginstruksikan para camat agar mengawal pelaksanaan Program GENTING hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah di level paling bawah.

“Kepala desa dan lurah harus memahami program ini dengan baik. Mereka adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusran mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan penanganan stunting bukanlah banyaknya rapat yang digelar, melainkan sejauh mana angka stunting dapat ditekan.

“Kalau rapat berkali-kali tetapi angka stunting tidak turun, maka kita belum berhasil. Yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil, bukan sekadar kegiatan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran kader desa sebagai ujung tombak pendampingan keluarga. Menurutnya, kader harus aktif memberikan edukasi, memantau tumbuh kembang anak, serta mendampingi keluarga yang masuk kategori rentan stunting.

Selain memperkuat kolaborasi antarinstansi, Yusran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting sejak dini.

Menariknya, dalam arahannya, Bupati turut mengangkat potensi lokal Konawe yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan masyarakat, salah satunya madu yang dikenal memiliki kualitas baik.

“Konawe memiliki potensi madu yang cukup terkenal. Ini bisa menjadi salah satu sumber nutrisi alami yang baik untuk menjaga kesehatan dan membantu pemenuhan gizi keluarga,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA