Kelangkaan LPG di Konawe Terkuak, Polisi Gagalkan Pengiriman 420 Tabung Gas Melon ke Morowali

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 20:52 0 103 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Di saat masyarakat Konawe berjibaku mencari gas LPG subsidi 3 kilogram yang semakin sulit ditemukan, aparat kepolisian justru menemukan ratusan tabung gas melon yang diduga hendak dibawa keluar daerah untuk meraup keuntungan berlipat ganda.

Setelah melakukan pengintaian senyap selama semalaman penuh, Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe akhirnya menggagalkan pengiriman 420 tabung LPG subsidi yang diduga akan diseberangkan ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Operasi yang berlangsung sejak Senin malam hingga Selasa dini hari (9/6/2026) itu dilakukan di wilayah Kecamatan Meluhu. Polisi bergerak setelah menerima banyak keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas melon yang belakangan semakin meresahkan.

Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Laode Muh. Jefri Hamzah, mengungkapkan bahwa tim melakukan pemantauan selama hampir lima jam sebelum akhirnya menghentikan dua kendaraan pikap yang membawa ratusan tabung LPG subsidi.

“Tim mulai melakukan pengawasan sekitar pukul 23.00 WITA hingga menjelang subuh. Saat kendaraan yang dicurigai melintas, langsung dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Hasilnya mengejutkan. Dari dua kendaraan tersebut, polisi menemukan tumpukan tabung gas melon dalam jumlah besar. Sebuah Suzuki Carry warna silver mengangkut 170 tabung LPG subsidi, sementara Daihatsu Grand Max warna hitam membawa 250 tabung. Total 420 tabung gas subsidi berhasil diamankan sebelum keluar dari wilayah Konawe.

Tak hanya barang bukti, polisi juga mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut, masing-masing berinisial Muh. M, AM, dan RI.

Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa ratusan tabung gas subsidi itu diduga akan dijual kembali di Morowali dengan harga yang jauh lebih tinggi. Jika di pangkalan resmi harga LPG subsidi berkisar Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per tabung, maka di daerah tujuan nilainya bisa melonjak hingga Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per tabung.

Praktik semacam ini diduga menjadi salah satu penyebab mengapa masyarakat Konawe kesulitan mendapatkan gas melon dalam beberapa waktu terakhir. Di sejumlah wilayah, warga bahkan harus berkeliling dari pangkalan ke pangkalan untuk mendapatkan LPG subsidi. Kalaupun tersedia, harganya kerap melambung hingga dua kali lipat dari harga normal.

Ironisnya, di saat ibu rumah tangga, pedagang kecil, dan pelaku UMKM antre mencari gas untuk kebutuhan sehari-hari, ratusan tabung subsidi justru diduga hendak dibawa keluar daerah demi keuntungan yang menggiurkan.

“Kami masih mendalami dari mana asal seluruh tabung gas tersebut diperoleh dan siapa saja yang terlibat dalam rantai distribusinya,” tegas AKP Jefri.

Polres Konawe kini tengah memburu kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik peredaran LPG subsidi tersebut. Penyidik juga menelusuri apakah terdapat oknum-oknum tertentu yang berperan sebagai pemasok maupun penampung dalam dugaan penyalahgunaan distribusi gas bersubsidi itu.

Pengungkapan ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat Konawe yang selama beberapa pekan terakhir dibayangi kelangkaan gas melon. Namun di sisi lain, kasus ini membuka dugaan bahwa praktik penyaluran LPG subsidi ke luar daerah masih menjadi ancaman serius yang dapat menggerus hak masyarakat kecil atas energi bersubsidi.

Kini, ketiga terduga pelaku harus menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Konawe. Sementara 420 tabung gas melon yang berhasil diamankan menjadi barang bukti penting dalam pengusutan kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA