BAITSULTRA.COM/KONAWE – Ratusan pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di pasar Sore Rahabangga telah resmi direlokasi di pasar Sore Anggopiu Berjaya yang berada di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe.
Di sebuah kawasan yang kini tampak lebih tertata, sebuah pasar sore baru resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe pada Selasa (16/12/2025) kemarin. Spanduk peresmian yang berukuran sekitar 3×1 meter masih terpasang, aroma sayur-sayuran yang masih segar mulai tercium dari jalan raya. Di sinilah, ratusan pedagang akan kembali memulai babak baru setelah direlokasi ke pasar yang lebih layak.
Peresmian pasar tersebut menjadi penanda berakhirnya penantian panjang para pedagang. Bertahun-tahun mereka berdagang di lokasi lama dengan keterbatasan fasilitas, lorong yang sempit, hingga genangan air saat hujan turun. Kini, mereka menempati kios dan lapak yang lebih rapi, dan tertata.
“Alhamdulillah, kami telah pindah tempat berjualan yang lebih luas, dan pembeli bisa lebih leluasa,” ujar seorang pedagang sembari menata dagangannya di lapak baru. Senyum tidak bisa disembunyikan, meski adaptasi tetap menjadi tantangan awal.
Relokasi pedagang ini bukan tanpa proses, pemerintah daerah melakukan pendataan, dialog, hingga sosialisasi berulang agar pemindahan berjalan tertib dan tidak merugikan pedagang. Pasar Sore Anggopiu Berjaya ini dibangun dengan konsep lebih modern namun tetap mempertahankan karakter pasar rakyat tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam suasana akrab.
Mewakili Bupati Konawe, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Konawe, Mudarman Pagala, S.Sos., M.Si., saat peresmian mengatakan, bahwa pembangunan pasar bukan sekadar memindahkan lokasi berdagang, tetapi menghadirkan ruang ekonomi yang lebih manusiawi. Pasar diharapkan menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat, sekaligus wajah baru tata kota yang lebih tertib.
“Pasar Sore Anggopiu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dan pedagang lokal. Jaga kebersihan dan ketertiban agar pengunjung nyaman,” harapnya.
Meski begitu, sebagian pedagang mengakui masih perlu waktu untuk mengembalikan jumlah pembeli seperti di tempat lama. Namun mereka optimis, dengan fasilitas yang lebih baik dan dukungan pemerintah, pasar ini akan segera ramai pembeli.
“Yang penting sekarang kami punya tempat yang layak. Insyaallah pembeli akan datang,” kata pedagang lainnya penuh harap.
Mereka percaya dan optimis, aktivitas jual beli secara perlahan akan kembali menggeliat. Pasar Sore Anggopiu itu perlahan akan hidup. Di balik lapak-lapak yang sepenuhnya belum terbangun secara keseluruhan dan lorong yang masih bersih, tersimpan harapan sederhana para pedagang: dagangan laku, rezeki lancar, dan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Relokasi boleh jadi memindahkan tempat, tetapi harapan tetap tumbuh di tempat yang sama di antara lapak-lapak pasar sore Anggopiu Berjaya ini.
Pasar Anggopiu ini merupakan relokasi dari Pasar Sore Rahabangga yang dirancang menjadi pasar representatif untuk menampung 136 pedagang, sekaligus wadah pemasaran hasil produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan masyarakat Kecamatan Uepai dan sekitarnya, selaras dengan program ketahanan pangan pemerintah pusat.
Serta Pasar Anggopiu dibangun sebagai solusi dan pengembangan dari Pasar Sore Rahabangga. Keberadaannya tidak hanya sekadar memindahkan lokasi, tetapi mentransformasikan menjadi fasilitas perdagangan yang lebih layak dan tertata.
Dengan kapasitas 136 kios/los, pasar ini akan menjadi rumah baru bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menggerakkan roda perekonomian mereka.
Sebelumnya, Bupati Yusran menegaskan komitmennya bahwa pasar sore Anggopiu ini bukan sekadar pasar darurat, tetapi akan dikemas menjadi pasar representatif layak pakai. Dirinya memandang pasar ini sebagai ujung tombak dalam mendukung komunitas hasil produksi program ketahanan pangan lokal, seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil ternak.
“Tentunya kesemuanya ini mendukung program Astacita Bapak Presiden Prabowo dengan program strategis ketahanan pangan,” ujarnya.
Dengan demikian, pasar ini menjadi jembatan langsung antara produsen lokal dan konsumen, mengamankan rantai pasok, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil bumi Konawe. Pembangunan ini juga merupakan manifestasi konkret dari visi “Konawe Bersahaja”, yaitu Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan.
Pasar yang tertata baik diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing produk lokal. Kehadiran Pasar Anggopiu menjadi angin segar dan simbol keberpihakan pemerintah daerah pada ekonomi kerakyatan.
Bagi para pedagang yang direlokasi, ini berarti kepastian berusaha di lokasi yang lebih baik. Bagi masyarakat Uepai, ini adalah kebanggaan dan peluang untuk mengembangkan potensi daerah. Dengan komitmen kuat dari pimpinan daerah, Pasar Anggopiu diproyeksikan tidak hanya sebagai pasar, tetapi sebagai hub pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah timur Kabupaten Konawe.
Tidak ada komentar