BAITSULTRA.COM./KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe resmi membuka Expo Inovasi Desa 2025 di Pelataran STQ Konawe, Rabu (5/11/2025) malam. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Konawe H. Yusran Akbar ST.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Wakil Bupati Konawe, perwakilan Pemprov Sultra, jajaran Forkopimda, OPD, Kadin Sultra, Tim Penggerak PKK, dan masyarakat Konawe.
Expo perdana ini menjadi momentum penting bagi Konawe dalam menampilkan potensi dan inovasi desa, sekaligus menegaskan peran daerah sebagai motor pembangunan dan ketahanan pangan Sultra.
Sebanyak 291 desa dari berbagai wilayah di Konawe ikut serta menampilkan karya kreatif, produk unggulan, hingga inovasi pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penting untuk mempercepat perubahan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun desa.
“Expo Inovasi Desa ini bukan hanya ajang pameran, tetapi panggilan untuk mempercepat perubahan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan, dan menumbuhkan kreativitas masyarakat desa,” ujarnya
Yusran menjelaskan, kegiatan ini memiliki lima tujuan utama:
1. Mendorong transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa.
2. Memberikan ruang bagi desa untuk memamerkan karya dan inovasi.
3. Menjadi wadah pertukaran ide dan penguatan antar desa.
4. Menumbuhkan rasa bangga serta partisipasi masyarakat desa.
5. Membuka peluang ekonomi melalui kemitraan pemerintah, BUMDes, UMKM, dan dunia usaha.
Melalui Expo Inovasi Desa, Yusran berharap potensi desa-desa di Konawe dapat terekspos lebih luas. Ia mencontohkan, salah satu desa di Konawe telah memiliki pengrajin lokal yang mampu membuat patung Anoa. produk khas Sulawesi Tenggara yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kegiatan ini membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta baru di desa. Ini bukti bahwa kreativitas tidak hanya lahir di kota, tapi juga di desa,” ucapnya.
Yusran menambahkan, Expo Inovasi Desa juga menjadi wadah mempertemukan ide dan inovasi antar-desa, sekaligus menjalin kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan perbankan. Karena itu, Pemkab Konawe turut menggandeng Kadin Sultra, perbankan BUMN, dan mitra strategis lainnya.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Yusran mengumumkan rencana penyelenggaraan Expo Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada peringatan HUT Kabupaten Konawe tahun 2026.
“Tahun depan, seluruh UMKM dari 291 desa akan kita kumpulkan. Kita ingin produk lokal Konawe dikenal sampai luar daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Yusran juga menyinggung capaian desa-desa Konawe yang telah melakukan terobosan hingga ke tingkat internasional.
“Kita sudah mengutus tiga kepala desa ke Tiongkok, yakni dari Desa Morosi, Tanggobu, dan Laosu jaya. Ini menjadi inspirasi agar desa lain juga bisa belajar keluar negeri,” ungkapnya.
Ia mendorong seluruh kepala desa untuk mencontoh model keberhasilan desa-desa maju di Indonesia seperti Desa Pakis di Jengger dan Desa Penglipuran di Bali, dengan menyesuaikan potensi lokal masing-masing.

“Desa mandiri adalah desa yang tidak lagi bergantung pada dana transfer, tetapi mampu menghidupi dirinya melalui usaha desa dan koperasi,” tambahnya.
Semua ini bagian dari komitmen pemerintah Konawe untuk membangun desa dan menata kota menuju Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan.
Di akhir sambutan, Yusran menutup dengan pantun khasnya: “Padi memuning di sawah desa, hasil kerja penuh makna. Mari bangun Konawe bersahaja, untuk Sultra Maju dan Indonesia Jaya.” tutupnya
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Sulawesi tenggara didampingi Bupati Konawe, Wakil Bupati Syamsul Ibrahim dan jajaran Forkopimda dan kemudian dilanjutkan peninjuan stand expo masing-masing desa.
Tidak ada komentar