BAITSULTRA.COM/KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala di seluruh wilayah.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe melalui aplikasi SIGIZIKESGA per 14 Oktober 2026 menunjukkan, dari hasil pengukuran selama September 2026, tercatat 332 balita mengalami stunting, atau sekitar 2,2 persen dari balita yang telah diukur.
Angka tersebut mengalami perubahan dibandingkan dua bulan sebelumnya. Pada Juli 2026, tercatat 298 balita stunting atau 1,9 persen, sementara pada Agustus terdapat 291 balita atau 1,9 persen. Pada September, jumlahnya meningkat menjadi 332 balita atau 2,2 persen.
Dari sisi cakupan pengukuran, pada September terdapat 18.005 balita terdata, dengan 15.248 balita atau 84,7 persen telah menjalani pengukuran.
Sejumlah wilayah masih menjadi perhatian karena mencatat kasus stunting relatif tinggi. Kecamatan Sampara berada di posisi teratas dengan 75 kasus, disusul Wonggeduku 30 kasus, Wawotobi 28 kasus, Tawanga 25 kasus, dan Latoma 21 kasus.
Sementara itu, cakupan pengukuran balita di beberapa wilayah masih perlu ditingkatkan. Pada September, Kecamatan Besulutu mencatat cakupan pengukuran 38,3 persen, Tawanga 47,4 persen, Asinua 50,8 persen, Anggalomoare 50,9 persen, dan Abuki 62,3 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan intervensi gizi, tetapi juga membutuhkan penguatan pemantauan pertumbuhan balita agar kondisi setiap anak dapat diketahui sejak dini.
Pemerintah daerah mendorong keterlibatan tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, serta keluarga untuk memastikan balita mendapatkan pemantauan rutin, asupan gizi seimbang, dan penanganan yang tepat apabila ditemukan gangguan pertumbuhan.
Masyarakat juga diimbau aktif membawa balita ke Posyandu sehingga proses pemantauan tumbuh kembang dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Upaya bersama tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus mendukung terwujudnya generasi Konawe yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing.
Tidak ada komentar