BAITSULTRA.COM./ KONAWE – Setelah berlangsung selama tujuh hari sejak tanggal 5 hingga 11 November 2025, Expo Inovasi Desa Konawe 2025 yang digelar pelataran STQ Unaaha, resmi ditutup pada Selasa (11/11/2025) malam.
Acara penutupan dihadiri oleh Perwakilan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ir. Sukanto Toding, M.Sp., MA, selaku Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Kemasyarakatan; Bupati Konawe H.Yusran Akbar, ST., Wakil Bupati Konawe H.Syamsul Ibrahim SE., M.Si.,Ketua DPRD Konawe; Kapolres Konawe; Kajari Konawe; Perwira Penghubung Kodim 1417/Kendari; Sekretaris Daerah Konawe, para kepala dinas, camat, kepala desa/lurah se-Kabupaten Konawe, serta masyarakat Konawe.
Dalam sambutannya, Bupati Konawe menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa dari 291 desa se-Kabupaten Konawe yang telah berpartisipasi aktif dalam Expo Inovasi Desa 2025.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe, saya bersama Wakil Bupati menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh kepala desa. Selama tujuh hari ini, kita telah menunjukkan semangat kebersamaan dan inovasi luar biasa yang lahir dari desa,” ujarnya.

Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para pemenang 10 stan terbaik dan 24 stan favorit agar tidak berhenti berinovasi setelah meraih penghargaan.
“Jangan puas dengan hadiah. Tingkatkan terus inovasi yang sudah ada di desa masing-masing. Penilaian bukan untuk menimbulkan perbedaan, tetapi untuk memotivasi agar seluruh desa terus berinovasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar desa yang belum meraih penghargaan tetap semangat dan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum belajar bersama.
“Bagi desa yang belum masuk kategori terbaik, jangan berkecil hati. Nilai yang paling penting bukan pada hadiah, tetapi pada semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah kita bangun selama seminggu ini,” ucapnya.
Bupati Yusran juga mengungkapkan antusiasme para kepala desa yang berharap agar kegiatan serupa dapat digelar kembali tahun depan.
“Setelah saya berkeliling ke hampir seluruh stan, banyak kepala desa yang berharap expo ini diadakan lagi tahun depan,” katanya.
Dihadapan masyarakat yang menghadiri acara penutupan Expo, Bupati menyatakan bahwa Pemerintah Konawe berencana menetapkan Expo Inovasi Desa sebagai agenda tahunan daerah, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pembangunan berbasis desa dan memperluas promosi produk serta inovasi lokal.
“Jadi saya minta kepada Desa-Desa agar semakin bergairah untuk terus meningkatkan Inovasi dan Kreatifitas di desa masing-masing,” tuturnya.
Bupati Yusran juga mengajak seluruh perangkat desa untuk terus bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan masyarakat Konawe.

Menutup pidatonya, Bupati Yusran menyampaikan pesan penuh makna: Kritik memang perlu untuk koreksi, tetapi jangan sampai kritik mematikan semangat berkarya. Konawe butuh optimisme dan kerja nyata, bukan pesimisme yang melumpuhkan.
Expo Inovasi Desa 2025 bukan hanya menunjukkan potensi, tetapi juga memperlihatkan arah baru pembangunan berbasis desa di Konawe. Dari desa lahir gagasan, inovasi, dan semangat kerja yang kini menjadi fondasi utama menuju daerah yang kuat dan sejahtera serta peningkatan ekonomi masyarakat.
“Semoga apa yang kita kerjakan untuk masyarakat senantiasa mendapat ridho Allah SWT. Mari kita lanjutkan semangat ini, bekerja dengan tulus, dan berinovasi dari desa untuk Konawe yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya.
Sementara itu, Dr. Ir. Sukanto Toding, M.Sp., MA, selaku Perwakilan Gubernur Sultra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Konawe merupakan bagian penting dan salah satu wilayah andalan Provinsi Sultra.
“Betapa tidak, Konawe memiliki dua potensi besar yang sangat strategis. Pertama, Konawe dikenal sebagai lumbung pangan terbesar di Sultra. Kedua, Konawe juga merupakan kawasan strategis pengembangan industri masa depan, tidak hanya bagi Sultra, tetapi juga untuk Indonesia,” ungkap Sukanto.
Ia menambahkan, ketika berbicara tentang Sulawesi Tenggara yang maju, maka salah satu garda terdepannya adalah Kabupaten Konawe.

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan Gubernur Sultra yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Konawe atas terselenggaranya Expo Inovasi Desa 2025, serta menyampaikan dua agenda nasional yang tengah digerakkan pemerintah pusat, yakni Program Makan Bergizi Gratis dan Program Koperasi Merah Putih.
“Dua program Nasional ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menggerakkan ekonomi rakyat di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Sebagaimana diketahui, mulai tahun 2026, transfer keuangan daerah akan mengalami pengurangan sekitar 25%,” jelasnya.
Acara penutupan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para stan terbaik dan stan favorit, diiringi suasana penuh kegembiraan dan kebanggaan. Expo Inovasi Desa Konawe 2025 dinilai sukses membangkitkan semangat inovasi, kolaborasi, dan kebersamaan antar-desa di Bumi Konawe Bersahaja.
Tidak ada komentar