BAITSULTRA.COM/KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST., dengan tegas menyampaikan bahwa program kerja bupati dan wakil harus tersampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Konawe.
Penegasan tersebut diungkapkannya saat menghadiri acara pembagian Bibit Alpukat di Desa Watarema dan Panen Raya Semangka di Desa Waworaha Kecamatan Lambuya, Kamis (12/2/2026) kemarin.
Kata Bupati Konawe, program kerja yang sedang berjalan tidak boleh berhenti di jalan poros, tetapi harus diketahui dan menyentuh seluruh masyarakat di pelosok Kabupaten Konawe.
“Bapak ibu, siapa yang anaknya sekarang sedang lanjut pendidikan jenjang perkuliahan?” tanya bupati kepada masyarakat saat sedang menyampaikan sambutan di Desa Waworaha.
Jadi bapak ibu semua perlu tau kata Bupati Yusran Akbar, kami bupati bersama wakil bupati telah melaksanakan program Beasiswa bagi anak-anak yang sedang lanjut kuliah.
Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe telah menjalin kerja sama dengan beberapa Universitas, baik didalam maupun luar daerah. Sehingga masyarakat dipersilahkan melakukan komunikasi ke kesra, jika anak-anak tersebut sedang lanjut kuliah dan butuh bantuan beasiswa.
Selain Beasiswa, Yusran Akbar juga sampaikan bahwa Pemkab Konawe telah menjalankan program Uang Duka sejak tahun lalu.
“Bapak ibu sekalian, selain Beasiswa. Bapak ibu juga harus tau, bahwa kami telah menjalankan program Uang Duka untuk masyarakat sebesar Rp2 juta,” jelas Yusran Akbar.
Dana tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang keluarganya meninggal dan sedang berduka, dengan harapan bantuan dana tersebut dapat meringankan beban keluarga dengan total sebesar Rp2 juta.
Ditempat berbeda, Kabag Kesra Konawe, melalui Staf Analis Kebijakan Muda Sub Koordinasi Pendidikan dan Kesehatan, Fitriah Sunggu, S.Ip, menjelaskan bahwa bagi para Mahasiswa Konawe yang akan mengusulkan bantuan, diharapkan dapat memenuhi syarat yang telah di tentukan melalui peraturan bupati.
“Untuk pemberian Beasiswa mekanismenya ada dua, yaitu pertama bagi keluarga yang kurang mampu dipersyaratkan IP minimal 2,6 dan mahasiswa orangtuanya mampu itu bisa jalur prestasi yaitu dengan IP minimal 3,0,” jelas Fitriah Sunggu saat ditemui diruang kerjanya. Jum’at (13/2/2026)
Adapun mahasiswa yang mengusulkan bantuan dan universitasnya tidak terdaftar sebagai kampus yang telah di jadikan mitra kerjasama lanjut Fitriah, pihak Kesra tetap akan menerima proposal tersebut. Dan akan melakukan komunikasi ke pihak kampus untuk dilakukan kerjasama.
Mengenai dana, akan disesuaikan dengan peraturan bupati yang ada ungkap Fitria, berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk S1 maksimal Rp7 juta , S2 maksimal Rp10 juta dan S3 maksimal Rp15 juta.
Sedangkan untuk program Uang Duka lanjutnya, diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, dengan syarat melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan masing-masing.
“Untuk informasi lebih jelas, bagi masyarakat yang mau mengurus Beasiswa atau Uang Duka silahkan langsung ke Kesra temui kami,” tutupnya.
Tidak ada komentar