BAITSULTRA.COM/KONAWE KEPULAUAN – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Sian Servit Kembau (51), penumpang Kapal Pelni KM Nggapulu yang dilaporkan terjatuh ke laut di sekitar perairan Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.
Memasuki hari keempat, Sabtu (17/10/2026), pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WITA. Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terjatuh.
Pada operasi hari keempat, tim melakukan penyisiran dengan luas area sekitar 35 NM². Pemantauan juga diperluas dengan melibatkan SROP Kendari, SROP Baubau dan PT Pelni Cabang Kendari.
Sebelumnya, pada hari ketiga, tim melakukan penyisiran di sejumlah wilayah pesisir, mulai dari Desa Monse, Desa Wuabe, Tapu Tapuno, Lebo Raya hingga pesisir Desa Ladinata dengan jarak penyisiran sekitar 12 NM.
Hingga pukul 17.00 WITA, pencarian pada hari ketiga belum membuahkan hasil. Operasi kemudian dihentikan sementara dan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi.
Korban diketahui bernama Sian Servit Kembau, laki-laki berusia 51 tahun, warga Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 23.20 WITA. Korban yang merupakan penumpang KM Nggapulu rute Bitung–Jakarta dilaporkan terjatuh dari kapal saat berada di sekitar perairan Wawonii.
Pihak kapal sempat melakukan pencarian selama kurang lebih dua jam, namun korban belum ditemukan. Pihak keluarga kemudian menghubungi KPP Kendari untuk meminta bantuan operasi SAR.
Dalam operasi pencarian, sejumlah unsur turut terlibat, yakni SMC dan staf SMC, Rescuer KPP Kendari, SROP Kendari, SROP Baubau, PT Pelni Cabang Kendari serta keluarga korban.
Tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain Rescuer Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), AquaEye, peralatan selam, Palsar Medis, Palsar Evakuasi, peralatan komunikasi dan perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Kepala KPP Kendari Amiruddin AS mengatakan, pencarian terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran dan koordinasi bersama seluruh unsur yang terlibat.
Tim SAR juga mengimbau kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran sekitar Wawonii serta masyarakat nelayan untuk turut melakukan pemantauan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Tidak ada komentar