Hari Desa Nasional: Bupati Konawe Dorong Kades Kembangkan 5 Karakteristik Kepemimpinan

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 15:17 0 16 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menggelar Apel Bersama Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Puday, Kecamatan Wonggeduku, Konawe, Kamis (15/1/2026).

Apel tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar. Turut hadir Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim; Sekda Konawe, Ferdinand Sapan; para kepala OPD, TNI/Polri, serta para camat dan kepala desa (Kades) se-Kabupaten Konawe.

Dalam kesempatan itu, Bupati Konawe menyampaikan bahwa tema besar Hari Desa 2026 adalah “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia.” Tema tersebut, kata Yusran, sangat relevan dengan tagline Pemkab Konawe saat ini, yakni “Membangun Desa, Menata Kota, Menuju Konawe Bersahaja.”

Yusran Akbar menjelaskan, selama 66 tahun Konawe berdiri, daerah ini telah melahirkan tiga daerah otonom baru, memiliki 28 kecamatan, 57 kelurahan, dan 291 desa. Namun dari 291 desa tersebut, masih terdapat 10 desa berstatus tertinggal, 199 desa kategori berkembang, dan 82 desa kategori maju.

“Belum ada satu pun yang berstatus desa mandiri. Ini menjadi PR kita bersama,” tegasnya.

Karena itu, Yusran Akbar mengajak seluruh kepala desa untuk mengembangkan lima karakteristik utama dalam menjalankan tugas:

Pertama, Kades harus visioner dengan memiliki gambaran jelas tentang pembangunan desa dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Kedua, Kades harus adaptif, terbuka terhadap perubahan dan teknologi. Mulai dari memanfaatkan WhatsApp untuk koordinasi, media sosial untuk promosi, hingga internet untuk pemasaran produk lokal.

Ketiga, Kades harus kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat—pemuda dengan kemampuan digitalnya, ibu-ibu PKK melalui jejaring sosial, hingga tokoh agama dengan kearifan lokalnya.

Keempat, Kades harus berani mengambil risiko. Bukan risiko tanpa kajian, tetapi risiko yang terukur melalui pilot project kecil, kemudian dievaluasi, dan dilanjutkan dengan scale up atau pengembangan apabila berhasil.

Kelima, Kades harus berpikir out of the box, kreatif dalam mencari solusi tidak biasa, seperti melihat sampah sebagai peluang ekonomi, menjadikan mata air sebagai destinasi wisata, atau mengangkat tradisi lokal sebagai aset budaya bernilai.

“Insya Allah, semua ini akan membawa desa kita ke arah yang lebih baik,” tutupnya.

Dalam kesempatan ini, lima perwakilan desa menerima secara simbolis deviden dari BPR Bahteramas Konawe.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA