Bupati Konawe Proyeksikan 7 Kecamatan jadi Kampung Tematik Durian

waktu baca 3 menit
Jumat, 26 Des 2025 19:33 0 47 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST., menegaskan komitmennya untuk membangun ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui program terobosan “Kampung Tematik Durian”.

Kebijakan yang ditetapkan di tujuh kecamatan ini mulai diimplementasikan secara intensif di dua wilayah sebagai proyek percontohan, yakni Kecamatan Padangguni dan Kecamatan Latoma. Dan secara bertahap pada lima kecamatan lainnya yakni Kecamatan Abuki, Asinua, Tongauna, Tongauna Utara dan Besulutu.

“Program ini adalah bagian integral dari visi Konawe Bersahaja dan upaya nyata kita mendukung Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dari level paling dasar, yaitu rumah tangga,” tegas Bupati Yusran Akbar, pada Jumat (26/12/2025).

Bupati Yusran Akbar menjelaskan, pemilihan dua kecamatan awal tersebut bukan tanpa alasan. Latoma, yang dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha, diharapkan dapat menjadi tanaman penyangga untuk menjaga ketersediaan air. Sementara itu, kedua kecamatan secara historis telah menjadi sentra durian yang produknya dipasarkan hingga Kota Kendari.

“Salah satu sasaran Program Kawasan Tematik Durian ini juga diprediksi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dari setiap rumah tangga sekaligus dapat menekan lajunya tingkat kemiskinan di wilayah sasaran program ini,” ungkapnya.

Secara teknis, program ini dijalankan dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga. plt Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Konawe, M. Suknip, SP., MP., memaparkan bahwa setiap rumah tangga menanam 3 hingga 8 pohon durian, disesuaikan dengan luasan lahan.

“Kami fokus pada dua varietas unggul nasional, yaitu bibit durian varietas Musangking dan Bawor, yang sangat cocok dengan kondisi geografis dan agro-klimat di sini. Dengan pemeliharaan dan pemupukan yang tepat, pohon dapat berproduksi dalam 3,5 hingga 5 tahun,” jelas Suknip.

Potensi ekonominya sangat menjanjikan. Satu pohon durian dewasa diperkirakan dapat menghasilkan 30 sampai 50 biji per musim, dengan bobot per biji mencapai 8-10 kg. “Dengan harga pasar yang stabil, petani berpotensi mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp 12 juta per pohon per musim. Kunci utamanya adalah pemberian nutrisi, khususnya pemupukan NPK setelah panen,” tambah Suknip.

Artinya, kata Suknip dari 12.170 bibit durian ini saat usia panen normal dikalkulasikan akan menghasilkan pendapatan kotor bagi rumah tangga petani sebesar Rp 146 milyar dari hasil panen durian yang ditanam di pekarangan setiap rumah warga.

Untuk memastikan keberhasilan program, Dinas TPHP melakukan pengawalan ketat melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang mendampingi petani secara teknis. Saat ini, di Kecamatan Latoma telah tertanam 4.000 dari total populasi 5.170 pohon, sementara di Padangguni telah tertanam 6.000 dari total populasi 7.000 pohon. Sisanya masih dalam tahap pembenahan dan persiapan lahan.

Program Kampung Tematik Durian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mengokohkan posisi Konawe sebagai penghasil durian berkualitas unggul di wilayah Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis komoditas lokal yang berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA