BAITSULTRA.COM/KONAWE – Upaya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha dalam mengembangkan program ketahanan pangan terus menunjukkan hasil. Kali ini, kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Unaaha menghasilkan panen timun sebanyak 60 kilogram.
Panen tersebut dilakukan Selasa (20/10/2026) dan menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dua warga binaan, masing-masing berinisial D dan S, terlibat langsung dalam proses perawatan hingga tanaman siap dipanen.
Berbeda dari sekadar kegiatan bercocok tanam, hasil panen timun tersebut langsung dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga binaan di dalam Rutan Unaaha.
Petugas Pengawas Ketahanan Pangan Rutan Unaaha, Djumadi, mengatakan hasil panen merupakan buah dari perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Menurutnya, proses budidaya juga mengedepankan pemanfaatan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, termasuk penggunaan pupuk organik yang diproduksi secara mandiri. Salah satunya berupa VOC (Vinegar of Compost) yang dibuat dengan memanfaatkan kulit bawang dan air cucian beras.
“Pemanfaatan pupuk organik dari kulit bawang dan air cucian beras menjadi salah satu upaya kami untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih ramah lingkungan. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberikan hasil yang bermanfaat,” kata Djumadi.
Ia menjelaskan, keberadaan kebun SAE tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian. Lebih dari itu, lahan tersebut menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat berguna selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Keterlibatan WBP dalam seluruh tahapan pertanian, mulai dari menyiapkan lahan, merawat tanaman hingga memanen hasilnya, diharapkan mampu membangun sikap disiplin, tanggung jawab dan kemandirian.
Salah seorang warga binaan yang ikut dalam kegiatan pertanian tersebut, D, mengaku senang dapat terlibat langsung hingga tanaman yang dirawat bersama menghasilkan panen.
“Senang bisa ikut merawat tanaman sampai panen. Semoga hasilnya terus bagus dan bisa membantu kebutuhan makanan di Rutan,” ungkapnya.
Panen 60 kilogram timun ini sekaligus menjadi gambaran bahwa program pembinaan kemandirian di Rutan Unaaha mulai memberikan hasil yang dapat dirasakan secara langsung.
Dengan mengoptimalkan lahan SAE dan mengembangkan pola pertanian yang memanfaatkan bahan organik, Rutan Unaaha berupaya menjadikan kegiatan bercocok tanam bukan hanya sebagai aktivitas produktif, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan keterampilan dan karakter warga binaan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dikembangkan sehingga lahan pertanian SAE mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan sekaligus menjadi ruang pembinaan yang produktif bagi WBP.
Tidak ada komentar