Istri di Lambuya Grebek Suami dan Rekan Guru PPPK Berbuat Mesum di Rumah Mertua

waktu baca 3 menit
Selasa, 19 Mei 2026 09:32 0 36 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Suasana malam yang biasanya tenang di salah satu desa di Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, mendadak berubah menjadi geger. Tangis, amarah, dan rasa kecewa pecah dalam sebuah rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung keluarga.

Seorang perempuan bernama Astriani alias Yuyun mengaku memergoki suaminya sendiri bersama seorang rekan kerja wanitanya di dalam kamar rumah mertuanya, Senin malam (18/5/2026). Kedua terduga diketahui merupakan oknum guru PPPK di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Konawe.

Peristiwa itu sontak menjadi perbincangan warga sekitar setelah dugaan hubungan terlarang keduanya disebut-sebut telah lama mencuat di lingkungan sekolah.

Yuyun mengaku, rasa kecurigaan sebenarnya sudah lama ia rasakan. Kedekatan suaminya yang berinisial IS dengan seorang guru perempuan berinisial WA mulai terlihat sejak keduanya terlibat dalam pengelolaan dana BOS sekolah.

“Awalnya saya hanya curiga karena mereka terlalu sering komunikasi. Saya pernah menemukan chat mereka, ada kata-kata sayang. Waktu saya tanya, mereka mengaku khilaf dan bilang hanya sebatas komunikasi biasa,” ungkap Yuyun dengan nada kecewa.

Namun malam itu menjadi puncak dari seluruh kecurigaan yang selama ini ia pendam sendiri.
Menurut pengakuannya, dirinya melihat sepeda motor milik WA terparkir di rumah suaminya yang juga merupakan rumah mertuanya.

Perasaan tidak tenang membuat Yuyun memilih bertahan di sekitar rumah, menunggu dengan harap-harap cemas sambil menahan emosi yang terus memuncak. Lebih dari dua jam ia menunggu dalam gelap malam.

“Saya tunggu lama sekali. Setelah lampu kamar dimatikan, saya makin curiga. Saya langsung rekam video karena yakin mereka ada di dalam kamar,” katanya.

Tak lama kemudian, Yuyun mengaku mendapati suaminya bersama rekan guru wanitanya berada di dalam kamar yang selama ini menjadi tempat ia beristirahat ketika berada di rumah tersebut.
Yang membuat luka itu semakin dalam, kata dia, peristiwa tersebut terjadi di rumah mertuanya sendiri, bahkan saat orang tua suaminya masih berada di dalam rumah.

“Saya sangat kecewa. Itu kamar tempat saya biasa tidur. Saya tidak menyangka mereka tega melakukan itu di rumah mertua saya sendiri,” ucapnya sambil menahan tangis.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Konawe untuk diproses lebih lanjut. Yuyun berharap kasus itu tidak hanya berhenti pada persoalan rumah tangga, tetapi juga mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi pendidikan karena melibatkan aparatur PPPK yang berstatus tenaga pendidik.

“Sebagai guru harusnya memberi contoh baik, bukan justru membuat malu dunia pendidikan,” katanya.

Kasus ini pun menuai sorotan publik. Banyak warga menyayangkan jika dugaan tersebut benar terjadi, terlebih karena kedua terduga merupakan tenaga pendidik yang setiap hari menjadi panutan siswa di sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun pihak sekolah terkait dugaan perselingkuhan tersebut. Polisi juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan yang diajukan oleh Yuyun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA