BAITSULTRA.COM/KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., menerima langsung aspirasi masyarakat saat menghadiri Panen Raya Semangka di Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Ketua dan Anggota DPRD Konawe, Ketua TP-PKK Kabupaten Konawe, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Lambuya, Kapolsek Lambuya, Danramil Lambuya, para kepala desa se-Kecamatan Lambuya, penyuluh pertanian, serta masyarakat setempat.
Panen perdana semangka dilakukan langsung oleh Bupati Konawe didampingi Ketua TP-PKK Konawe dan Ketua DPRD Konawe. Semangka yang dipanen memiliki bobot rata-rata 7.000 hingga 9.000 gram per buah, dengan potensi produksi mencapai 33 hingga 39 ton per hektar.

Panen raya tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Desa Waworaha melalui kegiatan Ketahanan Pangan. Hal itu disampaikan Kepala Desa Waworaha, Karman, di lokasi kegiatan.
Menurut Karman, masyarakat Desa Waworaha yang mayoritas berprofesi sebagai petani masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait pengolahan lahan dan pengangkutan hasil panen.
“Setiap tahun warga mengadu kepada saya bagaimana bisa lepas dari banjir. Karena kalau musim banjir datang, pasti gagal total,” ujar Karman.
Ia juga menyampaikan bahwa warga sangat membutuhkan alat pertanian, serta perbaikan jalan desa yang kerap rusak akibat banjir sehingga berdampak pada distribusi hasil produksi pertanian.

“Termasuk alat pertanian yang kami butuhkan, serta jalan desa yang mengalami kerusakan saat banjir, sehingga berpengaruh terhadap pengangkutan hasil produksi,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Konawe menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera meninjau kondisi jalan di wilayah tersebut agar dapat dilakukan peningkatan jalan.
“Kondisi jalan akan segera kita tinjau, sehingga bisa kita programkan peningkatan jalan,” ujar Bupati.
Terkait persoalan banjir yang kerap melanda lahan pertanian warga, Bupati menyampaikan akan melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) guna mencari solusi.

“Banjir yang sering melanda ini nanti kita akan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai,” ucapnya.
Bupati menegaskan, meskipun persoalan sungai bukan kewenangan pemerintah kabupaten, namun Pemkab Konawe tidak boleh lepas tangan. Ia mengarahkan instansi terkait untuk segera membangun komunikasi dengan pihak BWS.
Sementara itu, terkait kebutuhan alat pertanian, Bupati mengimbau masyarakat agar dapat berkoordinasi dengan brigade alat dan mesin pertanian (alsintan) yang ada di Kecamatan Lambuya.
“Kalau masyarakat terkendala saat mengolah lahan, silakan koordinasi dengan brigade di Kecamatan Lambuya, supaya jonder bisa digunakan di lokasi yang akan dibuka,” pungkasnya.
Tidak ada komentar