BAITSULTRA.COM/KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe resmi mengoperasikan lapak baru di Pasar Wawotobi. Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, pada Kamis (15/1/2026).
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Plt. Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Adriani Razak, Plt. Kadis Perhubungan Febri Malaka, Kepala Dinas Perindag, Kasat Pol PP, serta jajaran terkait lainnya.

Usai meresmikan, Syamsul Ibrahim langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di kawasan pasar. Hal ini dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana penunjang sudah siap digunakan oleh pedagang dan pengunjung.
Dalam arahannya, Syamsul Ibrahim menekankan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan budaya menjaga kebersihan. Ia mengimbau para pedagang dan pengelola pasar agar memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam merawat fasilitas negara tersebut.
“Pasar ini adalah urat nadi ekonomi kita. Saya minta seluruh pihak, termasuk perusahaan yang terlibat di sini, untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Sampah, terutama di area parkir, tidak boleh dibiarkan menumpuk. Harus dikelola dan dibersihkan secara rutin. Ini tanggung jawab kolektif kita,” tegas Syamsul.

Uji Kompetensi bagi Pengelola Lebih lanjut, Wakil Bupati menyatakan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pasar. Ke depannya, jabatan pengelola atau kepala pasar tidak akan diberikan secara sembarangan, melainkan melalui uji kelayakan.
“Kita ingin pasar dikelola secara profesional agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara signifikan. Oleh karena itu, akan dilakukan uji kelayakan dan kompetensi bagi pengelola. Kita butuh sosok yang benar-benar mampu bekerja dan memiliki visi untuk memajukan pasar,” tambahnya.

Ultimatum Kebersihan Sebagai langkah awal perbaikan, Syamsul Ibrahim memberikan tenggat waktu singkat kepada pengelola pasar untuk segera melakukan pembenahan, khususnya terkait penataan lapak dan pengangkutan sampah yang masih terbengkalai.
“Saya beri kesempatan untuk pembenahan total. Saya ingin melihat perubahan nyata. Setelah itu, kawasan ini harus sudah bersih, tertata, dan nyaman untuk transaksi jual beli. Jika tidak ada perubahan, tentu akan ada evaluasi lebih lanjut,” pungkasnya dengan nada tegas.
Tidak ada komentar