Ketua TP PKK Konawe Salurkan Makanan Tambahan ke Ibu Hamil di Onembute

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Nov 2023 17:11 0 27 Admin

BAITSULTRA.COM. UNAAHA – Tim penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan kunjungan kerja (Kunker) di wilayah kecamatan lingkup Kabupaten Konawe.

Kunjungan TP PKK Kabupaten Konawe kali ini di Kecamatan Onembute, Rabu (8/11/2023). Dalam kunker ini, TP PKK Kabupaten Konawe memberikan makanan tambahan kepada ibu-ibu hamil di Kecamatan Onembute.

Ketua TP PKK Kabupaten Konawe, Trinop Tijasari mengatakan, Pengurus PKK Konawe di kepemimpinannya, turun langsung dalam membina seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Konawe. Hal itu, Sesuai dengan program kerja 100 Pj Bupati Konawe.

“100 hari pertama kami juga berburu menyelesaikan kunjungan di 28 Kecamatan Se-kabupaten Konawe. Kami di PKK turun langsung ke Kecamatan hingga ke keluarga terkecil,” kata Trinop.

Ibu Pj Bupati Konawe itu menyebut, PKK merupakan mesin yang sangat potensial karena merupakan jaring sosial yang langsung sampai ke keluarga.

“Kalau PKK tidak jalan atau dalam satu keluarga, ibunya tidak berfungsi dengan baik Apalah jadinya rumah tangga itu. Ibu ibu harus bangga menjadi ibu-ibu, harus menjadi ibu-ibu uang kuat, karena ibu yang akan membina rumah,” Sebutnya

Kata Trinop, Kunjungan kerja ini juga untuk memastikan secara langsung stunting di Kecamatan. Selain itu juga untuk memastikan PKK Kecamatan lingkup Kabupaten Konawe berjalan hingga dasawisna.

Menurutnya, semua isu atau persoalan bisa dikelola oleh PKK baik di isu Stunting maupun isu Narkotika.

“The power of emak-emak, kalau emak-emak yang bergerak pasti berhasil,” ungkapnya

Trinop Tijasari mengharapkan, ada perubahan di perempuan Kabupaten Konawe dari tingkat Kabupaten sampai turun di dasawisma. Karna kalau suatu daerah hebat perempuannya maka daerah tersebut juga hebat.

Ia menekankan agar tidak menakuti stunting karena sudah memiliki indikator. Namun, perlu dipelajari sehingga bisa ditangani dengan baik.

“Masyarakat jangan ditakut-takutin kalau anaknya ada indikasi stunting. Bukan harus ditakuti tapi di tangani. Sehingga, dari presentase stunting di Konawe bisa turun,” tandasnya. (Cr1/b)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA