Bupati Konawe Bakal “Sulap” Dermaga PPI Soropia Jadi Sumber Kesejahteraan Nelayan

waktu baca 3 menit
Selasa, 6 Jan 2026 13:02 0 27 Admin

BAITSULTRA.COM/KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST., melakukan kunjungan kerja langsung ke Dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Soropia di Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Selasa (6/1/2026).

Kunjungan ini difokuskan untuk mengevaluasi kondisi aset strategis daerah yang dibangun dengan anggaran negara, sekaligus mengidentifikasi langkah perbaikan menyeluruh.

Dalam kunjungan tersebut Bupati didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan/PPI Soropia,
Camat Lalonggasumeeto, serta kepala desa se-kecamatan setempat.

Dermaga yang menempati lahan seluas 1,5 hektare ini dibangun secara bertahap sejak tahun 2004, dengan pendanaan utama berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 untuk pembangunan pabrik es curah (Icplake) dan coldstorich.

Lokasinya dinilai strategis, berada di bentangan pantai yang dikelilingi hutan mangrove dan perbukitan hijau, serta berdekatan dengan kawasan PLTU Nii Tanasa.

Kepala UPTD TPI/PPI Soropia, Mariana S.Pi, dalam pemaparannya menyebutkan, dermaga tersebut masih aktif digunakan sebagai tempat tambat labuh dan bongkar muat ikan.

“Perahu-perahu yang beroperasi di sini umumnya berasal dari Sulawesi Tengah. Hasil tangkapannya kemudian didistribusikan dan disuplai ke sejumlah pasar, terutama di Kota Kendari,” jelasnya.

Namun, di balik aktivitas tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa sejumlah fasilitas pendukung yang dibangun untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas layanan bagi nelayan justru tidak berfungsi.

Fasilitas seperti stasiun pengisian bahan bakar untuk kapal dan perahu nelayan (SPDN), cold storage (ruang penyimpanan dingin), dan pabrik es batu yang dibangun pada tahun 2015, dilaporkan sudah tidak beroperasi sama sekali.

Merespons temuan tersebut, Bupati Yusran Akbar menyorotinya sebagai potensi pemborosan aset negara dan hilangnya peluang besar untuk mengoptimalkan ekonomi perikanan wilayah setempat.

“Kita harus segera mendapatkan data dan analisis yang komprehensif mengenai penyebab tidak berfungsinya fasilitas-fasilitas pendukung yang vital ini. Investasi yang tidak kecil dari APBN harus dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat maksimal bagi para nelayan serta perekonomian daerah,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret ke depan, Bupati memerintahkan jajaran terkait untuk segera menyusun kajian mendalam guna mengembalikan operasional seluruh fasilitas yang mati suri tersebut.

Tujuannya agar Dermaga PPI Soropia tidak sekadar menjadi tempat pendaratan ikan, melainkan bertransformasi menjadi pusat layanan terintegrasi yang mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan sektor perikanan di Konawe.

Potensi pengembangan juga terlihat dari rencana perbaikan dan perluasan fisik dermaga. Direncanakan, dermaga akan diperpanjang hingga 18-25 meter dengan daya dukung kedalaman dermaga pelabuhan sekitar 9 meter. Jika terealisasi, kondisi ini berpotensi menarik lebih banyak kapal ikan untuk berlabuh dan meningkatkan volume produksi perikanan tangkap yang dikelola.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum awal bagi percepatan revitalisasi Dermaga PPI Soropia, mendorong fungsi optimalnya sebagai penggerak ekonomi berbasis kelautan dan perikanan yang berdaya saing di Kabupaten Konawe.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA